Libur Lebaran, Objek Wisata Religi Ramai Dikunjungi
Rabu, 30 Juli 2014 | 12:01 WIB
Jakarta - Libur lebaran yang masih menyisakan waktu beberapa hari lagi dimanfaatkan oleh masyarakat tidak hanya untuk berkunjung ke tempat wisata hiburan dan rekreasi, tapi juga wisata religi seperti berziarah atau berdoa di tempat-tempat religius.
Masjid Jami Keramat Luar Batang salah satu objek wisata religi di kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang menjadi salah satu destinasi masyarakat yang ingin berziarah dan berdoa.
Seperti Judin (40) warga kelurahan Muncung, kabupaten Tangerang, ia mengatakan datang untuk berziarah ke makam Habib Husein yang ada di dalam komplek masjid. "Saya datang untuk berziarah dan berdoa supaya yang Maha Kuasa memberi berkat dan selamat dunia akhirat," ujar Judin kepada SP Rabu (30/7) siang.
Judin mengaku ia bersama keluarganya datang ke mesjid Luar Batang menggunakan bis bersama rombongan dari tempatnya tinggal. "Memang sudah lama direncanakan mau ke sini pas libur lebaran sama warga tetangga sekitar, jadi patungan bayar bisnya," kata Judin.
Sementara itu Wina (40) salah satu pengunjung asal Banjarmasin mengaku datang ke Mesjid Luar Batang karena sudah merupakan kebiasaan. "Pokoknya setiap datang ke Jakarta sama bapak dan anak-anak, pasti yang pertama dikunjungi mesjid Luar Batang ini," jelas Wina. Wina mengatakan ia dan keluarganya sudah tiba di Jakarta pada hari Selasa kemarin.
"Kami rencananya habis dari sini mau melanjutkan wisata belanja di mal-mal yang ada di Jakarta dan juga nanti anak-anak pada minta main ke Dufan (Ancol) besok," tandas Wina. Wina dan keluarga sendiri berencana kembali ke Banjarmasin pada hari Sabtu sore nanti. "Sengaja mas lebih awal pulangnya, jadi nanti si bapak dan anak-anak bisa beristirahat di hari minggunya sebelum mulai beraktivitas ngantor dan anak-anak mulai masuk sekolah," tutup Wina.
Salah satu penjual pernak-pernik dan kebutuhan selama ziarah di kawasan mesjid Luar Batang, Jaman (64) mengaku mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan hari biasa. "Omsetnya naik, dari biasanya dua ratus ribu, sekarang bisa sampe satu juta rupiah," ujar Jaman. Jaman menjelaskan biasanya para pengunjung yang datang ke lapaknya membeli peci, minyak, dan tasbih.
Selaku kepala penanggung jawab mesjid dan makam Luar Batang, Yudo Nugroho mengatakan peningkatan jumlah pengunjung pada libur lebaran bisa sepuluh kali lipat dibanding hari biasa. "Kalau hari biasa dan tidak sedang libur paling yang datang hanya ratusan, tapi kalau libur lebaran begini bisa ribuan," ujar Yudo.
Yudo menjelaskan bagi pengunjung yang datang biasanya datang dulu ke juru kunci untuk didoakan. "Biasanya pengunjung minta didoakan agar sukses usahanya, atau kelancaran saat mau umroh atau naik haji, biasanya mereka ke sini dulu," jelas Yudo.
Yudo mengungkapkan mesjid Luar Batang sendiri memang sudah berdiri ratusan tahun lalu. "Dari tahun 1600-an, makanya mesjid dan bangunan makamnya sudah dipugar sampai lima kali," kata Yudo.
Menurut hasil pemantauan SP, banyaknya peziarah yang datang ke Mesjid tersebut dimanfaatkan oleh fakir miskin yang tinggal dipermukiman sekitar mesjid untuk meminta sedekah yang diberiakan oleh peziarah. Mereka nampak lincah mengambil uang koin yang dilemparkan oleh para peziarah.
Saat ditanya oleh SP, Dani (9) warga RT3/RW3 kelurahan Penjaringan mengaku sudah terbiasa untuk meminta-minta kepada peziarah. "Biasanya saya datang ke sini pas jam pulang sekolah, lumayan kak uangnya untuk bantu orang tua di rumah," aku Dani.
Dani mengungkapkan faktor ekonomilah yang memaksa dirinya untuk meminta-minta di dalam kawasan Mesjid Luar Batang tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




