Potensi Air Indonesia Perlu Dioptimalkan

Senin, 24 November 2014 | 23:09 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Ilustrasi air bersih.
Ilustrasi air bersih. (Antara/Antara)

Jakarta - Indonesia miliki potensi sumber daya air terbesar kelima di dunia dengan yakni sebesar kurang lebih 3.900 miliar kubik /tahun yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut tentunya perlu optimalisasi dari segi distribusi spasial maupun secara temporal.

Demikian dikatakan Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mudjiadi pada Indonesia Water Learning Week , di Jakarta, Senin (24/11).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari beberapa kementerian terkait, Mantan Menteri PU Djoko Kirmanto dan mantan Dirjen Sumber Daya Air Moch Amron.

Menurut Mudjiadi, dari potensi sumber air Indonesia tersebut, sebesar 17,70 persen yang dapat diandalkan untuk digunakan.

"Berdasarkan data 80 persen dari waktu debit aliran air tersebut ada di badan air. Sebanyak 25,3 persen dari debit andalan tersebut telah digunakan dan sisanya mengalir ke laut," kata dia.

Mudjiadi mengatakan, dalam bidang sumber daya air banyak sekali tantangan, antara lain adanya konflik kepentingan ruang antara manusia dan air.

Selain itu, adanya pengelolaan sumber daya air yang belum terintegrasi secara baik akibat ego sektoral yang kuat, terfragmentasi, serta hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sesaat.

Dikatakan, alternatif sumber energi yang terbaharukan dan ramah lingkungan perlu dikembangkan dari air yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Potensi PLTA di Indonesia sangat besar yaitu sebesar 75 GW sedangkan yang telah dikembangkan baru sekitar 5,25 persen.

"Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi saat ini telah menyebabkan semakin tingginya konflik di antara berbagai penggunaan air. Untuk itu diperlukan pengelolaan sumber daya air terpadu untuk mengatasi tantangan terhadap sektor sumber daya air di Indonesia,"ujar Mudjiadi.

Ia mengatakan, dalam rangka mendukung proses perencanaan pengelolaan air secara terpadu, beberapa kementerian / instansi menjalin kerjasama menyelenggarakan kegiatan Indonesia Water Learning Week (IWLW) dengan tema ketahanan air untuk Indonesia: Nexus Air-Energi-Pangan.

Kementerian/Instansi tersebut yaitu Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian PPN, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian ESDM dan Asian Development Bank.

Kegiatan ini menyoroti pentingnya air sebagai elemen kunci bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia. IWLW juga memperhatikan perkembangan dan tantangan di masa mendatang yang berhubungan dengan ketahanan air.

Sementara itu, Mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, banyak sungai di Indonesia dalam kondisi sakit sehingga harus ada perbaikan siklus hidrologi untuk menyembuhkannya.

Ditambahkannya, saat ini kondisi sungai tidak seimbang, banjir saat musim hujan, kekeringan saat kemarau. Padahal seharusnya debit air tetap stabil di segala kondisi.

Kondisi tersebut harus segera diatasi dengan cara memperbaiki siklus hidrologi. Perbaikan siklus hidrologi ini dengan menjaga proses penguapan air dari hulu hingga hilir, sehingga air tidak hanya terbuang ke laut.

"Sungai di Indonesia musim hujan banjir dan kemarau kecil sekali airnya, artinya kehandalan kita harus menjaga debit tidak jauh berbeda. Sungai Indonesia banyak sakit, debit maksimum dibagi minimum besar, hujan banyak sungai sakit keras bahkan koma,"ujar Djoko.

Untuk menangani masalah terssebut, Djoko Kirmanto mengungkapkan salah satu upaya adalah dengan perbaiki siklus hidrologi, air di darat menguap turun hujan, masuk kali masuk laut terserap dalam bumi. Sekarang ini, air hujan dengan cepat masuk sungai lari ke laut tidak sempat kita gunakan.

Menurut Djoko, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun banyak penampung air seperti waduk sangat baik. Hal tersebut akan menjamin pasokan air untuk persawahan sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon