Biarkan Bendera OPM dan GAM Berkibar, Kinerja BIN Dipertanyakan

Senin, 8 Desember 2014 | 16:30 WIB
MS
FH
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FER
Sejumlah pemuda, masyarakat dan mahasiswa Papua berunjuk rasa menyambut HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Bundaran HI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sejumlah pemuda, masyarakat dan mahasiswa Papua berunjuk rasa menyambut HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Bundaran HI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Pengibaran atribut gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) berupa lambang bintang kejora di Bundaran Hotel Indonesia, dan bendera Gerakan Aceh Merdeka di Aceh pada awal Desember 2014, menjadi bukti bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) gagal dalam menjalankan tugasnya. Akibatnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terancam disintegrasi.

"Ini BIN sebenarnya tahu atau memang pura-pura tidak tahu?" ujar Pengamat Intelijen dari Lembaga Kajian Strategis Negara, Irwan Suhanto dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (8/12).

Menurut Irwan, kalau BIN ternyata memang kecolongan informasi, artinya BIN sangat lemah. Tetapi, jika pengibaran atribut gerakan separatis OPM dan GAM bagian dari skenario, justru BIN sedang mempermalukan dirinya sendiri.

"Ini condong kepada permainan skenario dari BIN itu sendiri. BIN harus segera diganti, Jokowi harus punya kepala BIN baru yang bisa bersinergi dengan baik," tegas Irwan.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 100 warga Papua berikat kepala lambang bintang kejora berdemo di Bundaran HI, Jl Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin (1/12), bertepatan dengan Hari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Para warga Papua tersebut menuntut kemerdekaan Papua.

Sementara itu, di Aceh Besar telah berkibar bendera gerakan separatis Gerakan Aceh Merdeka menjelang Milad GAM ke-38 pada Kamis (4/12).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon