6 Kandidat Spesies Baru Endemik Ditemukan dalam Ekspedisi Tambora

Selasa, 12 Mei 2015 | 07:54 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Ilustrasi peneliti.
Ilustrasi peneliti. (Nadia Felicia/Beritasatu.com)

Jakarta - Enam kandidat spesies baru endemik Tambora berhasil ditemukan oleh tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang terlibat dalam ekpedisi Tambora.

Tim ekspedisi Tambora yang terdiri dari 48 peneliti ini melakukan ekspedisi selama 15 hari yang dimulai pertengahan April 2015.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi yang juga merupakan ketua tim ekspedisi Tambora mengatakan dari hasil ekspedisi tersebut sedikitnya ada enam kandidat yang bisa dipastikan akan menjadi spesies baru.

"Fauna ada enam spesies yang terdiri dari kelompok cicak dua spesies, kalajengking satu spesies, kalacemeti satu spesies dan kupu-kupu malam dua spesies serta tumbuhan satu spesies," katanya di Jakarta, Senin (11/5).

Koleksi yang ditemukan ini akan dikaji di laboratorium. Kajian taksonomi dilakukan untuk identifikasi lanjutan, deskripsi dan membandingkan dengan spesies yang dikenal sebelumnya. Setelah itu, dipublikasi dalam jurnal internasional.

"Proses hingga publikasi paling cepat setengah tahun. Peneliti taksonomi punya daftar spesies. Temuan di Tambora ada yang belum dikenal dan kemungkinan endemik di Tambora," ucapnya.

Cahyo menambahkan, untuk kondisi hutan di jalur pendakian Kawinda Toi masih sangat bagus. Kondisi kekayaan spesies flora dalam setengah hektare mencapai 22 spesies, dan Elaeocarpus batudulangi merupakan spesies endemik dari kelompok flora.

Pohon tersebut memiliki karakteristik sebagian besar daunnya telah menguning dan kemudian gugur yang merupakan ciri umum hutan daerah kering, sambungnya.

Selain enam kandidat spesies baru, eksplorasi ini juga berhasil mengkoleksi dan mendata informasi kekayaan dan potensi hayati lainnya yang ada di Tambora.

Adapun spesies yang banyak dijumpai sepanjang jalur pendakian Kawinda Toi, yaitu Duabanga moluccana Blume, Engelhardia spicata Lech. ex Blume, Acronychia trifoliata Zoll., dan Syzigium spp.

Tim juga berhasil mencatat 46 spesies burung dimana tiga spesies merupakan burung migran, 21 spesies reptil dan empat spesies amfibi dari berbagi marga.

Sementara itu, untuk kelompok mamalia sedikitnya ditemukan 10 spesies terdiri tiga spesies kelelawar, tiga spesies tikus, satu spesies primata, satu spesies musang dan beberapa mamalia lain seperti babi dan rusa yang banyak ditemukan melintas di jalan.

Pada kelompok kerabat kalajengking, kalacemeti dan laba-laba ditemukan sedikitnya 10 spesies dengan rincian satu spesies kalajengking, satu spesies kalacemeti, satu spesies kalacuka, tiga spesies opiliones dan lebih dari empat spesies laba-laba.

"Keanekaragaman kalajengking maupun laba-laba relatif rendah dengan kondisi hutan yang masih sangat bagus seperti di jalur pendakian Kawinda Toi," ujarnya.

Untuk kelompok serangga seperti kupu-kupu malam tercatat sedikitnya 230 spesies dari ketinggian 100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan 500 mdpl.

"Pada kelompok Tawon sedikitnya ditemukan 27 spesies, dan dua spesies lebah madu yang sangat potensial nilai ekonominya," tutur Cahyo.

Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa telah menorehkan sejarah dalam peradaban manusia 200 tahun lalu.

Tahun ini merupakan peringatan 200 tahun letusan Tambora dan lokasi tersebut resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional beberapa waktu lalu.

Letusan amat dahsyat gunung setinggi 2800 meter di atas permukaan laut ini menyebabkan tahun tanpa musim panas di daratan Eropa.

Cahyo berharap hasil ekspedisi ini LIPI mampu menyediakan informasi keanekaragaman hayati di Tambora. Data tersebut, menurutnya, dapat menambah inventarisasi data dasar sehingga bermanfaat untuk pengelolaan Tambora sebagai taman nasional baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon