Awas, Hak Tinggi Juga Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf

Minggu, 21 Juni 2015 | 18:56 WIB
NF
B
Penulis: Nadia Felicia | Editor: B1
Kaki lelah mengenakan sepatu tumit tinggi.
Kaki lelah mengenakan sepatu tumit tinggi. (She Knows)

Inggris - Sepatu hak tinggi adalah salah satu jenis aksesori berpakaian yang wajib dimiliki pecinta fashion. Sayangnya, aksesori ini juga berbahaya dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya masalah kerusakan saraf dan sakit luar biasa pada kaki.

"Sekitar 2.532 perempuan berusia 40-69 tahun terpaksa dirawat di rumah sakit akibat penyakit neuroma Morton, tahun lalu. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibanding 10 tahun lalu," demikian dilaporkan Daily Mail, Minggu (21/6).

Jumlah perempuan dengan penyakit tersebut empat kali lipat lebih banyak dibanding lelaki, demikian dilaporkan simposium audit Royal College of Surgeon's of Edinburgh, Inggris, baru-baru ini.

Penderita neuroma Morton itu sebagian besar harus mengalami pembedahan untuk mengurangi masalahnya. Kondisi ini disebabkan oleh masalah terjepitnya saraf yang terletak di antara tulang jari-jari kaki akibat kaki dipaksa berada di ruang yang sangat sempit bahkan dipakai berjalan dalam kondisi terjepit itu.

Kondisi saraf terjepit ini membuat tubuh berusaha melawannya dengan menciptakan lapisan di antara saraf. Kondisi ini kadang digambarkan penderitanya dengan perasaan berjalan di atas kacang polong yang keras.

Diperkirakan, kondisi ini terjadi akibat mengenakan sepatu sempit, khususnya sepatu dengan hak lebih tinggi dari dua inci, dengan area ujung sepatu meruncing atau sempit.

Salah seorang dokter yang mengambil spesialisasi ortopedi dan terlibat di penelitian ini, Andrew Craig, mengatakan, "Sejak lama diketahui, kondisi ini banyak terjadi pada perempuan di usia menengah. Dengan spekulasi sepatu hak tinggi, serta segala bentuk alas kaki yang sempit dan tidak mendukung bentuk alami telapak kaki, berperan erat dalam menciptakan masalah ini."

Gejala penyakit ini antara lain rasa kebas atau mati rasa pada kaki dan rasa tajam seperti tertusuk pada telapak kaki. Setelah beberapa bulan, rasa sakit itu kemudian terus terasa, kadang berubah menjadi rasa geli atau mati rasa pada jari-jari kaki. Ada pula yang merasakan bunyi klik pada telapak. Juga rasa keram hingga jari-jari kaki.

Craig mendapati, 55 persen pasien yang mengalami kondisi ini terpaksa dioperasi untuk mengurangi terjepitnya saraf dengan memotong area di antara jari. Operasi ini juga menyebabkan pengangkatan saraf, membuat pasien tidak bisa merasakan apa pun di area itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon