Pengeboman Titik Api di Kalsel Terus Dilakukan
Minggu, 20 September 2015 | 15:59 WIB
Banjarbaru - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan Sugiono Yajie mengatakan pengeboman air (water bombing) pada titik api akan terus dilakukan.
"Pengeboman air terus dilakukan tanpa batas waktu dan kami juga akan mendapat tambahan helikopter yang akan diturunkan mengatasi titik api di sejumlah kawasan," katanya di Kota Banjarbaru, Minggu (20/9).
Saat ini, pengeboman terhadap titik-titik api telah dilakukan ratusan kali.
"Jumlah pastinya saya lupa, tetapi mencapai ratusan kali sejak dilakukan awal September lalu menggunakan dua buah helikopter," ujar Sugiono.
Ia mengatakan, pengeboman air pada pusat titik api di beberapa lokasi melalui udara menggunakan helikopter yang terbang setiap hari mencapai puluhan kali.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kobaran api terutama di lahan dan semak yang mudah terbakar menjadi semakin besar dan luas sehingga menimbulkan dampak kabut asap.
"Makanya, hampir setiap hari dan bolak balik hingga puluhan kali dua buah helikopter beroperasi ke titik api melakukan pengeboman agar kobaran api semakin berkurang," ucapnya.
Menurut dia, pengeboman air dengan helikopter akan terus dilakukan dan tidak ada batas waktu kecuali titik api dan potensi kebakaran lahan dan hutan di Kalsel semakin berkurang.
Selain memadamkan api di wilayah Kalsel, pihaknya juga akan memberikan bantuan pemadaman kebakaran lahan dan hutan ke provinsi tetangga Kalimantan Tengah.
Ada dua daerah di Kalteng yang dibantu untuk memadamkan titik api yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas yang letaknya berbatasan dengan Kalsel.
"Kami siap menurunkan helikopter membantu pemadaman titik api pada dua kabupaten itu karena jika ada kebakaran disana maka dampak kabut asap bia mengarah ke Kalsel," ujarnya.
Ditambahkan, langkah pemadaman melalui udara dilakukan karena cukup efektif terutama bisa menjangkau titik api yang berada di tengah kawasan yang sulit dijangkau.
"Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai 300 kini berkurang menjadi 38 titik dan salah satu pengurangan kami rasa karena adanya pemboman air melalui udara," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




