Modernland dan Metland Pangkas Target Penjualan

Senin, 19 Oktober 2015 | 02:42 WIB
NA
WP
Penulis: Nuriy Azizah | Editor: WBP
Ilustrasi Metland
Ilustrasi Metland (Beritasatu.com)

Jakarta-PT Modernland Realty Tbk (MDLN) dan PT Metropolitan Land Tbk (Metland/MTLA) berencana merevisi turun target penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti tahun ini. Hal ini dipicu masih rendahnya angka penjualan hingga kuartal III– 2015.

Modernland baru meraih marketing sales senilai Rp 2,58 triliun atau setara dengan 47,78 persen dari total target tahun ini Rp 5,4 triliun. Sedangkan Metland raup penjualan Rp 778 miliar atau merefleksikan 60,31 persen dari target marketing sales 2015 sebesar Rp 1,29 triliun.

Sekretaris Perusahaan Modernland Cuncun Wijaya mengatakan, perseroan berniat merevisi turun target marketing sales tahun ini. "Memang mau revisi, tetapi angkanya menunggu keputusan final dari tim marketing akhir bulan ini," ujar Sekretaris Perusahaan Modernland Cuncun Wijaya kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Dia mengatakan, penjualan lahan industri berkontribusi sebesar 60 persen atau setara dengan Rp 1,55 triliun terhadap total marketing sales perseroan hingga September 2015. Perolehan ini berbanding terbalik dari perkiraan semula ditopang penjualan segmen residensial.

Hingga September 2015, Modernland berhasil menjual seluas 162 hektare (ha) lahan industri di kawasan industri Cikande. Realisasi ini sudah melampaui target semula Rp 1,3 triliun dari penjualan lahan industri. "Ini memang melebihi ekspektasi. Sektor yang baru masuk banyak dari food processing, chemical, dan cat," papar dia.

Penurunan kontribusi penjualan residensial, menurut dia, dipengaruhi belum stabilnya kondisi makro ekonomi nasional. Sebagian marketing sales sektor residensial berasal dari proyek Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, Jakarta Timur, yaitu proyek cluster La’ Seinne dan Yarra.

Dari sisi kinerja, Modernland membukukan pendapatan sebesar Rp 1,41 triliun hingga Juni 2015 atau susut 21,23 persen dibandingkan Januari – Juni 2014 sebesar Rp 1,79 triliun. Adapun, laba bersih perseroan anjlok 58,19 persen menjadi Rp 215,31 miliar dari sebelumnya Rp 514,95 miliar.

Metland
Sekretaris Perusahaan Metland Olivia Surodjo mengatakan, perseroan kemungkinan merevisi turun marketing sales, apabila peluncuran proyek high-rise diundur hingga awal tahun depan. Perseroan berniat membangun apartemen Metland Transyogi berkapasitas 1.700 unit dan rumah tapak Metland Cyber kluster I pada kuartal IV-2015.

"Kami akan mempertimbangkan lagi pembangunan proyek apartemen Metland Transyogi, jika kondisi ekonomi seperti ini berlanjut hingga akhir tahun. Ada kemungkinan peluncuran proyek apartemen Transyogi dan Metland Cyber mundur hingga awal 2016," kata dia.

Menurut dia, perseroan baru merealisasikan senilai Rp 778 miliar hingga September 2015. Besaran tersebut setara dengan 60,31 persen dari target marketing sales 2015 sebesar Rp 1,29 triliun. Sedangkan, besaran tersebut tumbuh 11,78 persen dibandingkan dengan raihan periode sama tahun 2014 senilai Rp 696 miliar. "Ada pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp 266 miliar. Sisanya, Rp 512 miliar berasal dari penjualan residensial," jelas dia.

Kontribusi terbesar menurut Olivia, justru disumbangkan dari proyek residensial dengaan sasaran kelas menengah ke bawah, seperti Metland Cibitung dan Metland Cileungsi.

Hingga Semester I – 2015, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 527,23 miliar atau tumbuh 6,6 persen dibandingkan semester I – 2014 yang sebesar Rp 494,13 miliar. Sedangkan, laba bersih perseroan tumbuh 2,5 persen menjadi Rp 120,62 miliar dibandingkan periode sama 2014 sebesar Rp 117,14 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon