Perayaan Natal, Wujud Nyata Kehidupan Beriman

Jumat, 25 Desember 2015 | 10:16 WIB
NL
YD
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: YUD
Ribuan jemaat mendapatkan pemberkatan air suci dalam Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, 24 Desember 2015.
Ribuan jemaat mendapatkan pemberkatan air suci dalam Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, 24 Desember 2015. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Umat Kristiani memadati berbagai gereja di Jakarta untuk menghadiri Ibadah Natal, Jumat (25/12) hari ini.

Di GPIB "Siloam" Jakarta Barat, ratusan jemaat menghadiri Ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Henny Mewengkang Rakian. Ibadah yang berlangsung hikmat, juga diisi persembahan puji-pujian yang disampaikan Paduan Suara Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dan Paduan Suara Presbiter.

Pendeta Henny dalam khotbahnya yang terambil dari Kitab Injil, Yohanes 1:1-13 mengajak umat Kristiani untuk meneladani kehidupan Yesus Kristus, yang tidak berorientasi pada persiapan lahiriah. Sebaliknya, peristiwa Natal menjadi wujud nyata kehidupan beriman di tengah keluarga, gereja, dan bangsa.

Dia mengatakan, di tengah berbagai kemajuan yang terjadi saat ini, di kalangan umat Kristiani ada kecenderungan untuk mengutamakan hal-hal bersifat lahiriah, seperti pakaian, makanan, ornamen Natal, dan lainnya.

"Pernahkah kita, pada setiap merayakan Natal Yesus yang diawal dengan minggu Adven, memaknai kelahiran Yesus itu dalam kehidupan beriman setiap hari, baik dalam kehidupan keluarga, bergereja, maupun bermasyarakat. Amat jarang. Padahal damai Natal itu harus diwujudnyatakan dalam kehidupan beriman pada setiap kesempatan," katanya.

Pendeta Henny mengatakan, dalam situasi apapun umat kristiani dituntut agar tetap setia. Bahkan, disaat bermunculan ancaman teroris, ketidakmerataan, dan ketidakadilan, umat Kristiani sebagai umat yang telah diselamatkan terus memancarkan terang Yesus Kristus.

"Pesan Firman Tuhan menjadi makna Natal bagi kita semua. Kita memaknai kehadiran Yesus dalam kehidupan kita. Natal adalah menyatakan keadilan, kebenaran, mewujudnyatakan syalom Allah dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Menurut Pendeta Henny, Natal merupakan representasi dari damai, syalom, yang harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab melalui kelahiran Yesus Kristus, umat kristiani mendapatkan terang sesungguhnya melalui Yesus Kristus.
"Kita harus menjadi alat kesaksian bagi terang itu. Dengan kata lain, kita menjadi berkat bagi sesama. Kita mau dan selalu hidup dalam Kristus," katanya‎.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon