Puing-puing EgyptAir Ditemukan di Mediterania
Sabtu, 21 Mei 2016 | 00:38 WIB
Kairo – Militer Mesir telah menemukan puing-puing diduga pesawat EgyptAir yang jatuh di Mediterania, Jumat (20/5). Hal itu terjadi bersamaan dengan upaya-upaya yang dilakukan para penyidik untuk mencoba mengungkap misteri penyebab pesawat tiba-tiba membelok dan jatuh ke laut.
Menurut juru bicara militer, tim pencari melihat barang-barang pribadi milik penumpang dan bagian-bagian dari pesawat jenis Airbus A320 yang terapung dengan jarak sekitar 290 kilometer dari utara kota pesisir Alexandria, Mesir.
Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos menyebutkan ada temuan potongan tubuh, kursi-kursi dan koper di antara benda-benda lain yang ditemukan.
Di sisi lain, menteri penerbangan Mesir mengungkapkan skenario paling memungkinkan yang menyebabkan pesawat hilang dari radar adalah serangan teroris ketimbang skenario kegagalan teknis. Pada saat kejadian, pesawat sedang dalam perjalanan dari Paris ke Kairo dengan membawa 66 orang di dalamnya.
Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan belum ada indikasi pasti mengapa pesawat bisa jatuh.
"Kami sedang melihat segala kemungkinan, tetapi belum ada yang disukai dibandingkan kemungkinan lainnya. Ini karena kami sama sekali belum memiliki indikasi penyebabnya," kata dia kepada televisi Prancis.
Sementara itu, insiden ini menimbulkan kekhawatiran terulangnya lagi insiden pengeboman pesawat yang mengangkut penumpang Rusia, oleh kelompok jihad Negara Islam (NI) di atas wilayah Mesir, pada Oktober, tahun lalu. Pasalnya, peristiwa tragis tersebut langsung menewaskan seluruh penumpang, di mana terdapat 224 orang di dalam pesawat.
Sedangkan di Kairo, para penyidik dari Prancis dan Airbus bersiap menemui rekan-rekan mereka dari Mesir, pada Jumat, untuk meletakkan dasar penyelidikan mereka.
Hasil penyidikan sementara menyebutkan, pesawat menghilang antara Karpathos dan pantai Mesir pada Kamis (19/5) dini hari waktu setempat, tanpa ada awak kapal yang memberikan sinyal bahaya.
Menurut Menteri Pertahanan Kammenos, pesawat sempat berbelok tajam dua kali di wilayah udara Mesir sebelum jatuh dari ketinggian 22 ribu kaki atau 6.700 meter dan menghilang dari radar.
Saat menggelar jumpa pers, Jumat, Kammenos juga menyampaikan, Yunani telah diberitahu oleh Mesir soal tim pencari yang menemukan potongan jasad, dua kursi, dan satu atau lebih koper di laut sebelah utara Alexandria.
Dia menambahkan ada pesawat lain yang berpartisipasi dalam pencarian dan diduga melaporkan temuan benda lainnya di daerah lain. "Tapi sampai saat ini kami belum memiliki konfirmasi resmi bahwa temuan itu milik pesawat EgyptAir yang jatuh," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




