Ahok: Saya Dekat dengan Bu Mega

Rabu, 27 Juli 2016 | 22:43 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, memberikan sambutan dalam  Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, memberikan sambutan dalam Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Tiga partai politik sudah bulat mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta Februari 2017. Lantas bagaimana dengan PDI Perjuangan?

Basuki mengakui, dirinya dekat dengan Ketua Umum Partai PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri. Ahok mengatakan, Megawati telah mengatakan bahwa mekanisme PDIP tidak mau menunggu.

"Bu Mega bilang kalau Anda tidak mau ditunggu ya tidak bisa menunggu. Saya tidak berani bilang kalau PDIP menunggu saya, ya. Saya tidak berani bilang Bu Mega menunggu saya. Hubungan saya dengan beliau baik dan dekat," ujar Ahok usai acara Halal Bihalal dengan Relawan dan Parpol pendukung di Markas Teman Ahok di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan, Rabu (27/7).

Ahok mengatakan, dirinya belum mengetahui PDIP akan mencalonkan siapa, termasuk apakah Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini yakni Djarot Syaiful Hidayat yang akan dicalonkan oleh PDIP.

"Saya tidak tahu PDIP akan mencalonkan siapa," kata Ahok.

Namun, Ahok membuka rahasia bahwa ada petinggi PDIP yang turut serta berpartisipasi menyerahkan KTP miliknya dan juga anggota keluarganya untuk mendukung Ahok melalui Teman Ahok.

"Ada. Sekeluarga pula. Siapa orangnya, tak etislah disebutkan. Ini kan menarik jadinya," ujar Ahok.

Nantinya, kata Ahok, ketiga parpol pendukungnya lah yang akan melanjutkan pembicaraan dengan PDIP. "Kita lihat saja perjalanan berikutnya seperti apa," ujar Ahok.

Sedangkan untuk pendampingnya dalam Pilgub DKI Jakarta, Ahok mengatakan bahwa ketiga parpol menyerahkan sepenuhnya kepada Ahok untuk memilih siapa wakilnya nanti. "Oh itu murni diserahkan kepada saya, siapa yang akan saya pilih menjadi wakil," kata Ahok.

Tentang Heru Budiarto, Ahok mengatakan bahwa hal itu belum sepenuhnya pasti. "Saya belum tahu ya, apakah Pak Heru akan memilih tetap menjadi PNS ataukah maju. Sebab, saat ini saya sudah memilih jalur parpol. Kita lihat saja nanti. Ditanyakan ke Pak Heru dulu," tutur Ahok.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon