ASBC Minta Pertina Aktif dengan Komunitas Tinju Internasional

Minggu, 14 Agustus 2016 | 08:30 WIB
RS
WP
Penulis: Rully Satriadi | Editor: WBP
Ketua Umum PP Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Johny Asadoma (kiri) berbincang dengan Presiden ASBC, Serik Konagbayev.
Ketua Umum PP Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Johny Asadoma (kiri) berbincang dengan Presiden ASBC, Serik Konagbayev. (Istimewa)

Rio de Janeiro - Presiden Asian Boxing Confederation (ASBC) Serik Konagbayev mengapresiasi dan menyambut baik langkah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) membuka ruang dialog dan berinteraksi aktif dengan komunitas tinju internasional.

"Ini sebuah terobosan yang sangat baik bagi kemajuan dunia tinju Indonesia sendiri," ujar Serik ketika menerima delegasi tinju Indonesia yang dipimpin langsung Ketua Umum PP Pertina Brigjen Pol Drs Johni Asadoma Mhum di VIP Room Pavilion 6 Olimpic Park Rio de Janeiro, Jumat malam waktu setempat, atau Sabtu pagi WIB (13/8).

Serik yang didampingi Direktur Eksekutif Bagdaulet Turekhanov menegaskan bahwa dunia tinju Indonesia akan sulit berkembang ke tingkat elite dunia jika para pengurus tidak aktif berinteraksi dengan komunitas tinju internasional. "Harus jujur saya katakan bahwa pengurus Pertina yang lama tidak pernah membuka komunikasi dengan kami. Hampir semua surat dan email kami tidak pernah direspons," tambah Bagdaulet.

Sebagai wujud apresiasi atas langkah proaktif Pertina, ASBC akan mendukung penuh upaya Pertina memajukan tinju Indonesia. Salah satunya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan tinju Asia di semua jenjang baik tingkat pelajar, junior, youth, maupun elite. "Semua tergantung kesiapan dan kesanggupan Pertina saja," tegas Serik yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Moscow 1980 dari Kazakhstan ini.

Merespons tawaran simpatik dari ASBC, Johni Asadoma menyatakan apresiasi dan rasa terima kasihnya. Untuk itu sepulang dari Rio, Pertina akan bergerak cepat mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa mewujudnyatakan uluran tangan dari Konfederasi Tinju Asia tersebut. "Kami akan mempersiapkan diri untuk bisa menjadi tuan rumah kejuaraan Asia tahun depan atau paling lambat tahun 2018," kata Johni seraya menegaskan tekadnya untuk menghidupkan kembali Piala Presiden dengan skala yang lebih mendunia.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Pertina Herry Heryawan menambahkan pihaknya siap mengerahkan seluruh jaringan untuk mendukung program Pertina menduniakan tinju Indonesia. "Masak negara sebesar ini tidak mampu mengirimkan wakilnya di tiga olimpiade terakhir," tandasnya prihatin.

Delegasi tinju Indonesia di Rio de Janeiro yang beranggotakan lima orang yakni Ketua Johni Asadoma, Sekjen Shelly Miranda, Hubungan Luar Negeri Herry Heryawan, Kemitraan Rovan Mahenu, dan Humas Chris Mboeik dijadwalkan bertemu dengan Presiden Asosiasi Tinju Dunia (AIBA) Dr Ching Kuo Wu pada hari Sabtu ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon