Polri Tegaskan Komitmen Berantas Human Trafficking
Senin, 15 Agustus 2016 | 15:23 WIB
Jakarta - Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberantas tindak pidana perdagangan orang dan perbudakan (TPPO) pada kapal-kapal penangkap ikan ilegal yang beroperasi di laut Indonesia.
"Polri akan terus berkomitmen dalam mencegah dan memberantas tindak pidana yang pastinya melibatkan kelompok yang terorganisir dari kejahatan lintas negara tersebut dengan berbagai penerapan langkah kebijakan," kata Ari dalam rilisnya, saat pembukaan Asean Conference Human Trafficking And Forced Labor In Fishing Industry, di Jakarta, Senin (15/8).
Penegakan hukum akan dilakukan dengan instrumen internasional maupun perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Juga diselaraskan dengan arah kebijakan negara dalam menjaga dan melindungi sumber daya laut dari Nusantara.
"Mengingat kompleksnya penanganan kejahatan lintas negara ini, tentu saja membutuhkan kerjasama dengan seluruh pihak secara komprehensif dan berkelanjutan. Pelaku kejahatan merupakan kelompok yang terorganisir," lanjutnya.
Kasus TPPO di laut yang ditangani Polri antara lain terkait dengan ABK kapal di Benjina, Kepulauan Aru. Kasus itu melibatkan korban sebanyak 658 orang ABK.
Rinciannya 512 warga negara Myanmar, 96 warga negara Kamboja, 8 warga negara Laos, dan 42 warga negara Thailand. Ada delapan orang yang dijadikan tersangka. Mereka terdiri dari lima warga negara Thailand dan tiga WNI.
"Pengadilan Indonesia telah memutus vonis kepada para terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 160 juta. Kasus ini juga dikembangkan untuk menjerat para pelaku lainnya," janjinya.
Konferensi Asean yang rencananya akan berlangsung hingga dua hari ke depan ini dihadiri juga oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Chief of Mission IOM Indonesia, dan delegasi dari negara-negara ASEAN.
Juga hadir delegasi Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC), Senior Labour Officials Meeting, delegasi Imigrasi dari negara-negara ASEAN, Kementerian Kelautan dari negara-negara ASEAN, duta besar negara-negara ASEAN, dan negara sahabat lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




