Sudin Dukcapil Jakut Target Tuntaskan 18.000 Perekaman e-KTP

Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:26 WIB
CF
BW
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: BW
Pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kantor Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara.
Pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kantor Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta-- Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jaka‎rta Utara menargetkan dapat menuntaskan sekitar 18.000 warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP hingga akhir September mendatang.

Terhitung hari ini, maka masih ada 26 hari kerja efektif (termasuk pelayanan akhir pekan pada Sabtu)‎. Sudin menargetkan pelayanan perekaman e-KTP sebanyak 670 warga setiap harinya. Perekaman dapat dilakukan di 31 kantor kelurahan, enam kantor kecamatan, dan kantor Sudin Dukcapil.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Utara, Erik Polim Sinurat, mengatakan hingga akhir Agustus 2016 ini, masih ada 18.178 warga Kota Administrasi Jakarta Utara yang belum melakukan perekaman untuk mendapatkan e-KTP dari KTP model lama.

"Untuk mendorong masyarakat mau aktif melakukan perekaman e-KTP, kita sudah melakukan sosialisasi melalui pengurus RT dan RW setempat agar bisa menggerakkan dan mendata warganya yang belum melakukan perekaman," ujar Erik, Selasa (30/8) siang kepada SP.

Ia mengungkapkan, untuk mempermudah layanan bagi masyarakat melakukan perekaman e-KTP tersebut, pihaknya juga akan melakukan sistem jemput bola pelayanan perekaman, yang pada akhir pekan lalu dilakukan di Rumah Susun Pelindo II Cilincing, Jakarta Utara yang berhasil melakukan perekaman terhadap 436 jiwa.

"Setiap akhir pekan pasti ada petugas kami yang turun di lokasi-lokasi padat penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP, terutama kita konsentrasikan di wilayah Kecamatan Cilincing dan Penjaringan," tutur Erik.

Menurutnya, persoalan blangko memang masih menjadi perhatian dari warga Jakarta Utara. Pasalnya, ketersediaan blangko sangat minim, dan hal itu membuat semangat dari masyarakat untuk melakukan perekaman menjadi rendah.

"Kita baru dapatkan sekitar 2.000 blangko yang didrop dari Kemdagri setiap minggunya, namun selama kurun waktu tiga bulan terakhir masih kurang sekitar 11.000 ‎data perekaman yang belum dicetak blangkonya," ungkapnya.

Tenaga, peralatan, dan sumber daya dari Dukcapil Jakarta Utara, katanya, sudah sangat siap untuk melayani masyarakat yang akan melakukan perekaman e-KTP. Namun, hal itu semua kembali akan sangat tergantung dengan jaringan dari Kemdagri sendiri.

"Kita juga fokuskan pada hunian Rusunawa di mana masyarakatnya banyak yang belum melakukan perekaman e-KTP dan masih menggunakan KTP model lama. Namun, kita optimistis target 18.000 perekaman e-KTP itu bisa diselesaikan," tandas Erik.

Ia juga mengungkapkan, selama kurun waktu tiga pekan terakhir, pihaknya telah melayani perekaman terhadap 2.500 jiwa untuk pelayanan e-KTP dengan titik konsentrasi wilayah yang masih terdata banyak warga belum melakukan perekaman.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon