Tremor Esensial Turunkan Kualitas Hidup Penderita

Jumat, 14 April 2017 | 16:15 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Ilustrasi Penyakit Essential Tremor
Ilustrasi Penyakit Essential Tremor (Istimewa)

Jakarta - Tremor merupakan gerakan gemetar yang terjadi berulang dan tidak terkontrol pada satu atau lebih anggota tubuh. Jenis tremor sangat beragam, salah satunya adalah tremor esensial atau essential tremor (ET). Tremor ini, dipastikan bakal menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Dokter spesialis saraf Parkinson's and Movement Disorder Center (PMDC), dr Frandy Susatia SpS, mengatakan, ET terjadi ketika anggota tubuh terjadi ketika anggota tubuh sedang bergerak (misalnya saat makan, minum, atau menulis dan berkurang jika tubuh beristirahat.

"ET adalah kebalikan dari tremor pada parkinson yang terjadi ketika anggota tubuh sedang beristirahat dan berkurang saat tubuh sedang bergerak," ungkap dr Frandy di sela media gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta, Kamis (13/4).

Dokter spesialis saraf Parkinson's and Movement Disorder Center (PMDC), dr Frandy Susatia SpS, bersama dokter spesialis bedah saraf PMDC, Dr dr Made Agus M Inggas SpBS, dalam acara media gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta, Kamis, 13 April 2017.

Dr Frandy menambahkan, ET terjadi akibat komunikasi yang abnormal antara daerah-daerah tertentu dari otak kecil, thalamus, dan batang otak. Biasanya ET muncul setelah usia 35-40 tahun. Hal itu terjadi karena ET terjadi karena faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Sehingga ET kebayakan timbul pada usia yang relatif muda dan di usia produktif. Tidak hanya itu, ET juga akan memburuk seiring bertambahnya usia.

Dalam pengobatannya, lanjut dia, langkah pertama dari pengobatan tremor adalah pemberian obat oral. Pasien harus mencoba dua atau tiga jenis obat sebelum menemukan salah satu obat terbaik untuk mengurangi gejala tremor.

"Setelah pemberian obat jangka panjang, maka obat dapat menjadi kurang efektif dan mempunyai efek samping. Hal ini dapat dibantu dengan operasi deep brain stimulation (DBS)," ujar dr Frandy.

Sementara itu, dokter spesialis bedah saraf PMDC, Dr dr Made Agus M Inggas SpBS, menjelaskan, DBS adalah operasi untuk mengatasi tremor, kaku, dan gerak yang lambat. Teknik operasi ini dilakukan melalui penanaman elektroda pada area tertentu di otak bagian dalam. Elektroda tersebut dihubungkan dengan kabel ke baterai yang diletakkan di dalam dada sebagai sumber arus listrik.

"Rata-rata pasien merasakan peningkatan perbaikan tremor sekitar setelah dioperasi pada keadaan tanpa obat," kata dia.

Dr Made menambahkan, DBS telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika untuk pengobatan ET, parkinson, dystonia, obsessive compulsive disorder (sindrom tourette), dan gangguan gerak lainnya. Keuntungan dari DBS adalah tidak merusak jaringan otak dan tremor akan membaik secara signifikan sehingga penderita dapat melakukan aktivitas sehar-hari kembali.

"Tremor juga bisa dicegah dengan mengubah pola hidup yaitu menghindari kafein, alkohol, stres, kelelahan, dan gula darah rendah," tutup dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon