Moon Jae-in, Calon Kuat Presiden Korsel

Senin, 8 Mei 2017 | 10:31 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Kandidat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in
Kandidat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (AFP)

Seoul - Penduduk Korea Selatan akan melakukan Pemilihan Umum Presiden pada hari Selasa (9/5). Pilpres dilakukan secara mendadak karena presiden sebelumnya, Park Geun-hye, dimakzulkan dan kini mendekam di penjara atas tuduhan kolusi.

Pilpres Korsel 2017 diikuti oleh lima kandidat tetapi hanya tiga kandidat yang berpeluang memenangkan Pilpres. Mereka adalah Moon Jae-in dari Partai Demokrat, Hong Joon-pyo dari golongan konservatif Korea Liberty Party, dan Ahn Cheol-soo dari People Party.

Moon adalah kandidat terkuat dalam Pilpres kali ini. Menurut survei terakhir (28-30 April) yang dilakukan media dan lembaga survei, dia memiliki dukungan 40 persen, diikuti oleh Ahn dengan 20 persen, dan Hong 20 persen. Sementara dua kandidat lainnya memiliki dukungan single digit.

Moon (64) adalah seorang pengacara hak asasi manusia dan mantan aktivis mahasiswa. Moon mendukung pendekatan diplomatis yang lebih seimbang dengan AS dan Tiongkok.

"Saya akan menciptakan pemerintahan yang ditakuti Korea Utara dan dipercaya oleh AS dan Tiongkok," kata Moon di sebuah acara televisi nasional April lalu.

Moon mengatakan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara yang ada saat ini tidak cukup untuk mengakhiri program nuklir Korut. Dia mendukung investasi dan dialog dengan Korea Utara untuk membangun kembali kepercayaan antara dua negara yang tengah berperang tersebut.

Moon juga mengatakan Korsel harus bersikap tegas terhadap Amerika Serikat. Moon mengkritik AS yang memasang sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense di Korsel dan meminta Korsel membayar sistem tersebut.

Ahn Cheol-soo (55) adalah kandidat berhaluan tengah dan pendiri People Party. Ahn juga menolak pemasangan sistem antirudal AS tetapi belakangan sikapnya terhadap AS melunak.

"Jika Korut akan melakukan serangan nuklir, maka kita harus menyerang lebih dulu," kata Ahn.

Ahn adalah seorang pengusaha teknologi informasi sebelum masuk ke dunia politik. Ahn berasal dari keluarga kaya dan lulus dari sekolah yang sama dengan Presiden AS Donald Trump, Wharton School di University of Pennsylvania. Ahn mengatakan dirinya akan membangun hubungan baik dengan Trump.

Hong Joon-pyo (62) adalah kandidat konservatif yang sering disamakan dengan Trump. Hong berasal dari partai yang sama dengan mantan presiden Park. Mantan gubernur dan jaksa ini juga ingin membangun kedekatan dengan Trump.

Hong mengatakan akan mengurangi serikat buruh yang dituding memperlambat ekonomi. Hong juga memiliki pandangan antihomoseksualitas dan pernah mengatakan bahwa "mencuci piring adalah tugas perempuan".

Hong juga dituduh melakukan pemerkosaan saat dia masih kuliah. Hal ini dia sampaikan sendiri dalam bukunya namun belakangan dia membantah cerita tersebut.

Beberapa isu yang menjadi pertimbangan memilih warga Korsel adalah pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan keamanan. Perekonomian Korsel tumbuh sekitar 2 persen sejak 2013, tingkat pengangguran di usia 25-29 tahun lalu naik hingga melewati 8 persen, tertinggi sejak 1999.

Moon memusatkan agenda ekonominya dengan meningkatkan belanja sosial, reformasi konglomerasi bisnis dan pemerataan pembangunan. Hong juga berjanji akan membersihkan Korsel dari korupsi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon