Tiga Calon Rektor Bersaing, Alumni Dorong Perubahan IPB

Selasa, 10 Oktober 2017 | 08:48 WIB
H
B
Penulis: Heriyanto | Editor: B1
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-54 Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (6/9).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-54 Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (6/9). (beritasatu tv)

Bogor - Majelis Wali Amanat mengumumkan tiga nama calon rektor IPB yang terpilih melalui Rapat Pleno Senat Akademik pada Senin. Pengumuman tiga nama calon rektor disampaikan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB Prof MA Chozin usai Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB yang berlangsung di lantai 6 gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion.

Tiga nama calon rektor IPB, yakni Dr Arif Satria, Prof Muh Yusram Massijaya dan Prof Yonny Koesmaryono. Ketiganya menyisihkan tiga nama bakal calon rektor lainnya yang masuk dalam enam nama bakal calon rektor IPB, yakni Dr Agus Purwito, Prof Hermanto Siregar dan Prof Luki Abdullah.

"MWA sebagai forum pengambil keputusan tertinggi IPB, perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH) akan memilih dan menetapkan rektor terpilih dari tiga calon rektor yang diajukan oleh SA IPB melalui sidang paripurna," kata Chozin.

Pemilihan rektor IPB telah melalui proses yang panjang dimulai dari penjaringan bakal calon rektor sebanyak 24 nama pada Juli lalu. Dari 24 nama tersebut diseleksi dan dipilih menjadi enam nama melalui mekanisme Rapat Pleno Senat Akademik IPB pada 24 September lalu. Chozin menyebutkan rencana proses pemilihan rektor terpilih IPB untuk periode 2017-2022 akan dilaksanakan 13-17 November 2017.

"Pemilihan rektor terpilih dilakukan melalui Sidang Paripurna MWA yang jadwalnya masih kita atur karena disesuaikan dengan waktu Menristekdikti sebagai salah satu anggota MWA," kata Chozin, seperti ditulis Antara.

Pengumuman tiga nama calon rektor IPB dihadiri pula Ketua Senat Akademik Prof Tridoyo Kusumastanto, didampingi Wakil Ketua MWA Ahmad Mukhlis Yusuf, Sekretaris SA Dr Sudrajat dan Sekretaris MWA Prof Rizal Syarif.

Sebelumnya, Dewan Pembina (Debina) Himpunan Alumni (HA) IPB menyurati Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir agar seleksi calon rektor tersebut ditunda. Hal itu untuk memastikan proses seleksi yang sedang berlangsung mengikuti tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Sebelum surat dilayangkan kepada Menristekdikti, pada Jumat (29/9) lalu, Debina HA IPB juga sudah menyurati Ketua Senat Akademik (SA) IPB terkait proses pemilihan rektor tersebut.

(Baca : Pemilihan Rektor IPB Perlu Ditangguhkan)

Emmy Hafild, salah satu anggota Debina HA IPB, menegaskan keprihatinan terhadap institusi IPB yang selama ini sangat menonjol menjadi basis radikalisme. "Universitas-universitas di negeri ini ternyata menjadi tempat rekrutmen dan indoktrinasi paham politik sektarian radikal, termasuk paham khilafah dan penerapan syariah di Indonesia," tegasnya.

(Baca : 6 Dosen IPB Diduga Pengikut HTI)

Dikatakan, kritik dan saran yang disampaikan agar ada komitmen dalam membersihkan universitas-universitas dari paham sektarian radikal. Untuk itu, rektor IPB mendatang harus mengembalikan kampus dan seluruh aktivitas IPB dalam mendidik kader-kader muda dengan wawasan kebangsaan.

"Debina IPB melakukan ini demi bangsa dan negara karena kampus IPB dibiayai negara dari pajak rakyat Indonesia, kami tidak punya kepentingan apapun dalam pemilihan rektor ini," tegas Emmy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon