Hanya Rp1,25 Juta Per Bulan untuk Atlet SEAG Sulsel
Minggu, 6 Mei 2012 | 13:22 WIB
Namun, dana untuk atlet SEAG itu masih sedikit lebih besar dibanding untuk atlet lainnya yang hanya Rp1 juta.
Atlet SEA Games 2011 asal Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp1,25 juta dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel.
Besaran gaji yang diterima atlet Sulsel ini, tercatat jauh berbeda dengan atlet yang membela Provinsi Riau misalnya. Bahkan, atlet renang asal Bali I Gede Siman Sudartawa yang akhirnya diputuskan memperkuat Riau di PON 2012, dalam sebuah talkshow, mengaku digaji hingga Rp17 juta per bulan.
Atlet anggar peraih perak SEA Games 2011, Isnawati Sir Idar, di Makassar, Minggu (6/5), mengatakan bahwa gaji tersebut diberikan dalam bentuk uang tranportasi selama persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau tahun ini.
"Uang transport yang kita terima setiap bulan sebesar Rp1,25 juta. (Tapi) Menyinggung gaji atlet yang lebih besar di provinsi lain, saya kira itu merupakan rezeki setiap orang," jelasnya tanpa mau lebih banyak berkomentar.
Sementara itu, pelatih senam Sulsel, Arif Ramli menjelaskan, uang transportasi yang diterima atlet andalannya, yakni Audi Ashari, yang sebesar Rp1,25 juta, jelas tidak cukup untuk membiayai kebutuhannya selama persiapan PON. Biaya tranportasi yang diterima peraih perunggu SEA Games 2011 yang tak lain adalah juga anak kandungnya tersebut, bahkan dinilai hanya cukup untuk membayar biaya kost selama menjalankan pemusatan latihan di Jakarta.
Walau demikian, gaji atlet SEA Games 2011, menurut Arif pula, diakui sedikit lebih besar dari uang transportasi yang diterima atlet lainnya yang hanya Rp1 juta. "Untuk biaya kost Audi selama di Jakarta saja sebesar Rp1 juta, dan itu belum biaya lainnya. Makanya kita sebagai orang tua dan pengurus juga terpaksa mengirimkan biaya tambahan, agar (dia) tetap fokus mematangkan kemampuannya," ucapnya.
Senada dengan itu, pelatih panjat tebing Sulsel, Renaldy menambahkan, uang transportasi yang diterima oleh kedua atlet SEA Games asuhannya, yakni Hermawan dan Tri Adiyanti, harus disisihkan untuk membiayai kebutuhan lain, termasuk pengadaan tempat latihan yang lebih layak. Hal itu menurutnya, memang terpaksa dilakukan, berhubung kondisi prasarana latihan yang sudah tak memadai.
"Untuk sarana boulder, sudah kita bangun di Sekretariat KONI Sulsel. Sedangkan tempat latihan nomor speed kita harus pinjam prasarana (milik) STIEM Mappaodang," ujarnya.
Atlet SEA Games 2011 asal Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp1,25 juta dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel.
Besaran gaji yang diterima atlet Sulsel ini, tercatat jauh berbeda dengan atlet yang membela Provinsi Riau misalnya. Bahkan, atlet renang asal Bali I Gede Siman Sudartawa yang akhirnya diputuskan memperkuat Riau di PON 2012, dalam sebuah talkshow, mengaku digaji hingga Rp17 juta per bulan.
Atlet anggar peraih perak SEA Games 2011, Isnawati Sir Idar, di Makassar, Minggu (6/5), mengatakan bahwa gaji tersebut diberikan dalam bentuk uang tranportasi selama persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau tahun ini.
"Uang transport yang kita terima setiap bulan sebesar Rp1,25 juta. (Tapi) Menyinggung gaji atlet yang lebih besar di provinsi lain, saya kira itu merupakan rezeki setiap orang," jelasnya tanpa mau lebih banyak berkomentar.
Sementara itu, pelatih senam Sulsel, Arif Ramli menjelaskan, uang transportasi yang diterima atlet andalannya, yakni Audi Ashari, yang sebesar Rp1,25 juta, jelas tidak cukup untuk membiayai kebutuhannya selama persiapan PON. Biaya tranportasi yang diterima peraih perunggu SEA Games 2011 yang tak lain adalah juga anak kandungnya tersebut, bahkan dinilai hanya cukup untuk membayar biaya kost selama menjalankan pemusatan latihan di Jakarta.
Walau demikian, gaji atlet SEA Games 2011, menurut Arif pula, diakui sedikit lebih besar dari uang transportasi yang diterima atlet lainnya yang hanya Rp1 juta. "Untuk biaya kost Audi selama di Jakarta saja sebesar Rp1 juta, dan itu belum biaya lainnya. Makanya kita sebagai orang tua dan pengurus juga terpaksa mengirimkan biaya tambahan, agar (dia) tetap fokus mematangkan kemampuannya," ucapnya.
Senada dengan itu, pelatih panjat tebing Sulsel, Renaldy menambahkan, uang transportasi yang diterima oleh kedua atlet SEA Games asuhannya, yakni Hermawan dan Tri Adiyanti, harus disisihkan untuk membiayai kebutuhan lain, termasuk pengadaan tempat latihan yang lebih layak. Hal itu menurutnya, memang terpaksa dilakukan, berhubung kondisi prasarana latihan yang sudah tak memadai.
"Untuk sarana boulder, sudah kita bangun di Sekretariat KONI Sulsel. Sedangkan tempat latihan nomor speed kita harus pinjam prasarana (milik) STIEM Mappaodang," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
SULAWESI SELATAN
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
HUKUM & HANKAM
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




