PNS Inggris Mogok Massal

Jumat, 11 Mei 2012 | 02:46 WIB
BW
B
Penulis: BBC/ Kristantyo Wisnubroto | Editor: B1
Ratusan anggota polisi Inggris yang mogok kerja menuntut kesejahteraan lebih baik. Ratusan ribu  pegawai negeri sipil dan sektor publik serentak mogok kerja mulai hari Kamis (10/5),
Ratusan anggota polisi Inggris yang mogok kerja menuntut kesejahteraan lebih baik. Ratusan ribu pegawai negeri sipil dan sektor publik serentak mogok kerja mulai hari Kamis (10/5), (AFP)
Ratusan ribu pegawai sektor layanan umum Inggris mengadakan mogok kerja terkait pembayaran gaji dan rencana pemerintah mengubah pensiun.

Aksi mogok kerja selama 24 jam mulai Kamis (10/5) antara lain diikuti oleh seluruh pegawai negeri sipil, staf imigrasi, dosen dan pekerja kesehatan termasuk paramedis.

Para pemimpin serikat pekerja mengatakan jumlah peserta mogok mencapai 400.000 orang, namun pemerintah memperkirakan jumlahnya sekitar 100.000.

Salah satu serikat pekerja yang turut mogok adalah PCS dan menurut Sekjen PCS, Mark Serwotka, sebagian besar dari 250.000 anggotanya mengikuti mogok kerja.

"Di setiap skema sektor publik -kesehatan, pendidikan dan pegawai negeri sipil- mayoritas serikat pekerja menolak pemotongan pensiun mereka," kata Serwotka.

Dia menambahkan sumbangan peserta pensiun terus bertambah tetapi uang yang ditanamkan ke dana pensiun sangat kecil.

"Mogok ini baru yang kedua oleh serikat pekerja kami dalam sejarahnya selama 30 tahun."

Berdasarkan rencana perombakan pensiun, usia pensiun akan diubah dari 65 tahun menjadi 68 tahun.

Mark Serwotka mengatakan peningkatan usia pensiun itu akan menjadikan Inggris sebagai negara Eropa Barat dengan usia pensiun paling tinggi.

Lucy Moreton dari Serikat Pekerja Pelayanan Imigrasi mengatakan para anggotanya sangat terpukul dengan perubahan usia pensiun dan tidak mempunyai pilihan lain.

Pemerintah Inggris mengatakan pembekuan gaji dan perubahan pensiun harus dilakukan karena sistem yang berlaku sekarang terlalu mahal.

Skema pensiun saat ini, kata pemerintah, tidak adil dan tidak bisa terjangkau karena harapan hidup warga jauh lebih tinggi sekarang.

Di antara peserta protes hari ini terdapat personel kepolisian dan Kepolisian Metropolitan memperkirakan jumlah personel yang turut mengikuti protes mencapai 32.000 orang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon