Kamis Putih
Umat Katolik Jayapura Kenang Perjamuan Terakhir Yesus
Jumat, 30 Maret 2018 | 07:55 WIB
Jayapura - Sekitar 2.000 umat memadati Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena, Jayapura, Papua, Kamis (29/3) sore, untuk mengikuti misa Kamis Putih. Misa dipimpin pastor Barnabas dan mayoritas umat mengenakan baju putih.
Misa Kamis Putih merupakan ibadat untuk mengenang peristiwa perjamuan malam terakhir yang dibuat Yesus Kristus bersama para muridnya sebelum Yesus ditangkap, diadili, disalibkan, wafat, dan bangkit saat Paskah. Misa ini memberi pesan utama dari Yesus kepada murid-muridnya dan umat Kristiani untuk melayani sesama.
Dalam misa tersebut, pastor Barnabas membasuh kaki 12 umat, seperti yang dilakukan Yesus kepada murid-muridnya. Pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus menyimbolkan kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi hamba yang mau melayani semua orang, termasuk orang yang paling hina.
"Tuhan Yesus mau merendahkan dirinya dan ia mau membasuh kaki para muridnya. Tidak ada di dunia ini, presiden membasuh kaki atau kepala distrik yang membasuh stafnya, atau siapa saja. Hanya Yesus yang mau lakukan itu. Pembasuhan kaki yang dilakukan adalah contoh cinta kasih dan merupakan bentuk pelayanan bukan untuk yang baik-baik saja, tetapi melayani yang tidak baik," ujar pastor Barnabas dalam khotbahnya.
Oleh karena itu, pastor Barnabas mengajak umat Katolik Jayapura untuk saling melayani dan mengasihi sesama.
"Itulah ajaran Yesus Kristus, yakni saling mengasihi terus-menerus tanpa batas dan terus berkembang dan menghasilkan kebaikan untuk keselamatan diri maupun sesama kita," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




