Kemenhub Perketat Pengamanan Prasarana Transportasi Publik

Senin, 14 Mei 2018 | 08:25 WIB
TD
B
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: B1
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau langsung arus penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di Stasiun Duri, Jumat (6/4) sore.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau langsung arus penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di Stasiun Duri, Jumat (6/4) sore. (Beritasatu Photo/Thresa Sandra Desfika)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengamanan di seluruh sarana dan prasarana transportasi publik, menyusul terjadinya ledakan bom di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi. Langkah ini dilakukan dengan koordinasi pihak-pihak terkait demi menciptakan rasa aman nyaman bagi pengguna transportasi publik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah berkoordinasi dengan pihak Polri dan TNI untuk menjaga stabilitas keamanan sektor transportasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik menyusul ledakan bom di Surabaya.

"Kami juga mengimbau pengguna jasa transportasi untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kejadian di Surabaya," kata dia saat meninjau keamanan transportasi di Bandara Soekaro- Hatta di Tangerang, Banten, menanggapi peristiwa ledakan yang terjadi di Surabaya pada hari Minggu (13/5).

Menhub juga memerintahkan jajarannya meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di titik simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara serta jalur transportasi strategis.

Selain itu, dia juga memerintahkan kepada para Direktur Jenderal di Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan pada simpul transportasi, terlebih saat ini kita akan menghadapi masa angkutan Lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menjelaskan, bandara dan fasilitas penerbangan merupakan obyek vital nasional yang harus dijaga kualitas keselamatan dan keamanannya.

"Terutama bandara merupakan daerah yang banyak dikunjungi masyarakat. Selain itu, fasilitas penerbangan lain seperti radar, tower control dan lainnya juga harus dijaga sehingga bisa berfungsi memberikan pelayanan keselamatan penerbangan dengan baik," ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (13/5).

Agus mengingatkan, agar dilakukan pengecekan yang ketat dengan tetap sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku baik untuk orang maupun barang yang akan menuju bandara dan diangkut pesawat terbang.

"Peralatan keamanan seperti CCTV, x-ray serta personel keamanan harus disiagakan dan dipastikan bisa beroperasi dengan baik. Semua yang mencurigakan baik orang maupun barang harus segera dilokalisir di luar bandara," lanjutnya.

Agus juga menyampaikan, kepada semua stakeholder penerbangan untuk selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik secara internal. Sedangkan untuk internal, juga harus tetap bekerja sama dengan petugas yang berwenang seperti Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo menginstruksikan, jajarannya untuk melakukan pemantauan, pengawasan, dan pengendalian keadaan agar keamanan sarana dan prasarana transportasi laut tetap terjaga.

Selain itu, Kemenhub senantiasa memastikan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan seluruh sarana serta prasarana transportasi laut di Indonesia berjalan normal. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon