Rumah Zakat Bentuk 28 Desa Tangguh Bencana
Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Mengantisipasi bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia, Rumah Zakat telah membentuk 28 Desa Tangguh Bencana di 22 kota. Pembentukan Desa Tangguh Bencana itu dimaksudkan agar masyarakat desa yang rawan bencana memiliki kemampuan mandiri untuk mengantisipasi dini bila terjadi bencana di wilayahnya, baik sebelum, ketika terjadi bencana, maupun sesudah terjadi bencana.
"Jadi mereka tahu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi ancaman bencana serta segera memulihkan diri dari dampak bencana yang merugikan," ujar Direktur Program Rumah Zakat Murni Alit Baginda kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Murni mengatakan, program yang dilakukan untuk membentuk masyarakat yang tangguh antara lain melalui penyuluhan kebencanaan, simulai siaga bencana, pembuatan jalur evakuasi, membuat media edukasi bencana, dan merekrut pemuda tangguh bencana.
"Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana diharapkan warga desa terutama yang berada di daerah rawan bencana bisa lebih siap melakukan pencegahan maupun siaga saat bencana terjadi, sehingga meminimalisasi dampak kerugian yang terjadi," tegasnya.
Selain melatih warga desa untuk tangguh bencana, Rumah Zakat juga menyediakan Superqurban sebagai makanan yang mudah disalurkan saat bencana. Selama Januari hingga Juni sebanyak 10.558 paket Superqurban tersebar ke wilayah pelosok maupun bencana di Indonesia.
Penanggulangan Kekeringan
Sementara itu untuk membantu masyarakat yang dilanda kekeringan di musim kemarau panjang ini, pihaknya melalui Rumah Zakat Action selama bulan Mei hingga Agustus 2019 telah mendistribusikan 451.000 liter air bersih di 17 titik kekeringan pada 7 provinsi di Indonesia.
Jumlah tersebut akan terus meningkat pada puncak kemarau yakni Agustus hingga September. "Untuk pekan ini saja Rumah Zakat akan mengirim bantuan air bersih di 30 titik kekeringan di 11 provinsi," ujarnya.
Menurut Murni, kekeringan yang terjadi di Indonesia ini selalu berulang setiap tahunnya. Pemberian air bersih merupakan salah satu bentuk respon jangka pendek untuk mengurangi dampak kekurangan air bersih di masyarakat.
Upaya lain yang dilakukan Rumah Zakat untuk mengatasi kekeringan di kemudian hari yakni menyediakan logistik dan peralatan berupa penyediaan tangki air yang ditaruh di tempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat seperti dekat masjid.
Kemudian pihaknya juga melakukan pipanisasi. Yakni dengan mencari sumber mata air terdekat kemudian menyalurkan air bersih itu melalui pipa-pipa hingga sampai ke desa. Selain itu pihaknya juga membantu masyarakat yang dilanda kekeringan dan kekurangan air dengan melakukan pembuatan sumur bor.
Untuk pembuatan sumur bor sudah dilakukan di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Pandeglang, Banten. Selanjutnya menyusul di wilayah Cianjur dan Sukabumi. Pipanisasi dilakukan di Desa Berdaya Cisolok, Tasikmalaya. "Sedangkan tangki air atau penampungan air hujan (PAH) di Kampung Pasir Peuti, Desa Sukamulya Kecamatan Sukaluyu Kabupaten. Cianjur," ujar Murni.
Ditanya biaya yang dibutuhkan untuk penanganan kekeringan itu, Murni mencontohkan untuk pembuatan satu sumur bor jika mencapai kedalaman 400 meter memerlukan biaya yang cukup besar yakni mencapai ratusan juta rupiah.
Mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan dan cakupan wilayah yang luas, Rumah Zakat mengetuk hati para dermawan dan donatur untuk membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana kekeringan ini.
"Uluran tangan donatur sangat dibutuhkan, karena semakin banyak dermawan yang membantu akan semakin luas daerah yang bisa. Tidak hanya dalam bentuk uang, tenaga maupun pikiran juga bisa. Untuk itu pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk penanggulangan bencana, baik bencana kekeringan maupun melalui aksi mititasi dan respon atas bencana yang terjadi," pungkas Murni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




