Macan Goyang, Tradisi Bangunkan Warga Jelang Sahur
Rabu, 25 Juli 2012 | 05:14 WIB
Sejumlah warga merasa terhibur
Berbagai cara membangunkan warga dan menunggu waktu sahur. Di Situbondo, Jawa Timur warga justru dihibur dengan pagelaran macan-macanan dan antraksi pencak silat. Bahkan hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun, setiap bulan ramadhan setiap menjelang waktu sahur.
Warga Desa Olean Kecamatan Situbondo, Jawa Timur ini mendadak terbangun di tengah malam, dan berbondong-bondong berkumpul di halaman warga. Mereka sedang asyik menonton pagelaran macan-macanan dengan antraksi pencak silat.
Masyarakat sekitar menyebutnya tradisi macan goyang, dengan pagelaran macan-macanan (barongsai) yang diartikan hambatan dan godaan selama bulan puasa.
Kemudian diwarnai antraksi pencak silat seorang anak, yang diiringi alunan kentung musik tradisional.
Sebagai orang yang menjalankan ibadah puasa. Jika kalah dengan godaan, maka akan termakan macan tersebut. Namun jika kuat melawan godaan. Maka puasanya akan lolos hingga waktunya berbuka puasa.
Sejumlah warga merasa terhibur, serta mengingatkan mereka arti dan pentingnya berpuasa. Selain, tradisi ini menjadi turun temurun warga sekitar setiap tahunnya di bulan suci ramadhan.
"Hal ini sangat menghibur, karena sudah menjadi tradisi tahunan saat bulan puasa. Kami senang sekali,” jelas Andika, warga setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Ansori, Kepala Desa (Kades) setempat mengaku pagelaran ini sudah menjadi tradisi turun temurun di desanya.
"Antraksi ini dimulai sejak pukul 01.00 dinihari setiap hari pada bulan puasa. Warga langsung berkumpul di halaman warga yang ketempatan antraksi ini. Sebagian yang belum bangun, biasanya dilanjutkan dengan patrol keliling. Kegiatan ini rutin setiap hari selama bulan ramadhan," jelasnya.
Berbagai cara membangunkan warga dan menunggu waktu sahur. Di Situbondo, Jawa Timur warga justru dihibur dengan pagelaran macan-macanan dan antraksi pencak silat. Bahkan hal itu sudah menjadi tradisi turun temurun, setiap bulan ramadhan setiap menjelang waktu sahur.
Warga Desa Olean Kecamatan Situbondo, Jawa Timur ini mendadak terbangun di tengah malam, dan berbondong-bondong berkumpul di halaman warga. Mereka sedang asyik menonton pagelaran macan-macanan dengan antraksi pencak silat.
Masyarakat sekitar menyebutnya tradisi macan goyang, dengan pagelaran macan-macanan (barongsai) yang diartikan hambatan dan godaan selama bulan puasa.
Kemudian diwarnai antraksi pencak silat seorang anak, yang diiringi alunan kentung musik tradisional.
Sebagai orang yang menjalankan ibadah puasa. Jika kalah dengan godaan, maka akan termakan macan tersebut. Namun jika kuat melawan godaan. Maka puasanya akan lolos hingga waktunya berbuka puasa.
Sejumlah warga merasa terhibur, serta mengingatkan mereka arti dan pentingnya berpuasa. Selain, tradisi ini menjadi turun temurun warga sekitar setiap tahunnya di bulan suci ramadhan.
"Hal ini sangat menghibur, karena sudah menjadi tradisi tahunan saat bulan puasa. Kami senang sekali,” jelas Andika, warga setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Ansori, Kepala Desa (Kades) setempat mengaku pagelaran ini sudah menjadi tradisi turun temurun di desanya.
"Antraksi ini dimulai sejak pukul 01.00 dinihari setiap hari pada bulan puasa. Warga langsung berkumpul di halaman warga yang ketempatan antraksi ini. Sebagian yang belum bangun, biasanya dilanjutkan dengan patrol keliling. Kegiatan ini rutin setiap hari selama bulan ramadhan," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




