Sekolah Asing dan Agama Harus Berbasis Keindonesiaan

Selasa, 21 Juli 2020 | 21:57 WIB
YS
WM
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WM
Anggota pasukan pengibar bendera membentangkan bendera Merah Putih saat bendera yang sudah dikibarkan terlepas dalam upacara bendera peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (1/6/2019).
Anggota pasukan pengibar bendera membentangkan bendera Merah Putih saat bendera yang sudah dikibarkan terlepas dalam upacara bendera peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (1/6/2019). (Beritasatu Photo/Adi Marsiela)

Jakarta, Beritasatu.com - Staf Ahli Kementerian PMK, Prof Ravik Karsidi mengusulkan agar sekolah asing dan keagamaan dapat dikontrol dan harus berbasis keindonesiaan. Upaya tersebut sekaligus untuk menanamkan sifat nasionalisme seluruh peserta didik.

"Usul saya sekolah asing dan keagamaan harus dikontrol dan harus berbasis keindonesiaan. Dengan begitu pendidikan keindonesiaan akan menjadi perekat bangsa," kata Ravik Karsidi, dalam Seminar Nasional Lemhannas PPRA LX "Nasionalisme di Tengah Tantangan Pandemi COVID-19 dalam Menyongsong Indonesia Emas", di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengusulkan agar pendidikan keindonesiaan berisikan pembangunan karakter dan pembangunan bangsa, atau character building and nation building.

"Melalui pendidikan keindonesiaan, nasionalisme harus menjadi semangat mempertahankan kemerdekaan, perekat bangsa, penyelamat bangsa dan alat kompromi bersama untuk menjaga keutuhan bangsa karena perbedaan yang ada," ujarnya.

Dirinya mengingatkan, nasionalisme adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Sifat nasionalisme harus ditanamkan sejak dini, termasuk ketika berada di bangku sekolah.

"Nasionalisme sebagai wujud kesadaran potensial suatu bangsa untuk mencapai, mempertahankan dan mengabadikan semangat kebangsaan. Nasionalisme juga harus menjadi senjata ampuh terhadap globalisasi untuk mempertahankan identitas bangsa dari gempuran budaya asing," ucapnya.

Dirinya meyakini, sifat nasionalisme bisa menjadi penyelamat bangsa dari perpecahan akibat agama, etnis, politik dan lainnya. Karena itulah, sifat nasionalisme harus terus dijaga dan dipelihara keberadaannya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon