Baleg DPR Uraikan Hasil Kunjungan ke Jerman
Selasa, 27 November 2012 | 16:39 WIB
Selama ini banyak produk-produk keinsinyuran Indonesia yang rusak sebelum waktunya, misalkan jembatan kukar.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) Ali Wongso mengatakan pihaknya optimistis hasil kunjungan kerja ke Jerman bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas insinyur Indonesia dan hasil karya mereka.
"Bagaimana peningkatan kualitas profesional, standarisasi sertifikasi dan kode etik," kata Ali Wongso, kepada wartawan, di gedung Parlemen, Senayan, Selasa (27/11).
Saat di Jerman, kata Ali, Baleg bertemu dengan pihak Kementerian Teknologi dan Ekonomi Federal Jerman, Persatuan Insinyur Jerman, dan parlemen tingkat negara bagian yang menangani teknologi dan ekonomi.
Anggota DPR juga bertolak ke Deutsche Institut fur Normung (DIN). "Yang DIN itu yang susun agenda itu kan KBRI, kami meminta bertemu dengan pihak-pihak terkait keinsinyuran kita tidak tahu lembaganya," tutur Ali.
Ditambahkan Ali, selama ini banyak produk-produk keinsinyuran yang rusak sebelum waktunya, misalkan jembatan kukar. Oleh karena itu kualitas keinsinyuran ke depan harus bisa bersaing dengan dunia luar. "Kami ingin insinyur kami qualified, siap berkompetisi, AFTA (Asean Free Trade Area) sudah tidak lama lagi," tegas dia.
Baleg melakukan kunjungan ke Jerman dalam rangka merampungkan RUU Keinsinyuran. Saat ini hasil kunjungan kerja ke Jerman sedang dirumuskan. "Semua data yang diperoleh itu digodok lalu dirapatkan dan bila mana perlu kami lakukan korepondensi dengan Jerman," tandas Ali.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) Ali Wongso mengatakan pihaknya optimistis hasil kunjungan kerja ke Jerman bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas insinyur Indonesia dan hasil karya mereka.
"Bagaimana peningkatan kualitas profesional, standarisasi sertifikasi dan kode etik," kata Ali Wongso, kepada wartawan, di gedung Parlemen, Senayan, Selasa (27/11).
Saat di Jerman, kata Ali, Baleg bertemu dengan pihak Kementerian Teknologi dan Ekonomi Federal Jerman, Persatuan Insinyur Jerman, dan parlemen tingkat negara bagian yang menangani teknologi dan ekonomi.
Anggota DPR juga bertolak ke Deutsche Institut fur Normung (DIN). "Yang DIN itu yang susun agenda itu kan KBRI, kami meminta bertemu dengan pihak-pihak terkait keinsinyuran kita tidak tahu lembaganya," tutur Ali.
Ditambahkan Ali, selama ini banyak produk-produk keinsinyuran yang rusak sebelum waktunya, misalkan jembatan kukar. Oleh karena itu kualitas keinsinyuran ke depan harus bisa bersaing dengan dunia luar. "Kami ingin insinyur kami qualified, siap berkompetisi, AFTA (Asean Free Trade Area) sudah tidak lama lagi," tegas dia.
Baleg melakukan kunjungan ke Jerman dalam rangka merampungkan RUU Keinsinyuran. Saat ini hasil kunjungan kerja ke Jerman sedang dirumuskan. "Semua data yang diperoleh itu digodok lalu dirapatkan dan bila mana perlu kami lakukan korepondensi dengan Jerman," tandas Ali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




