ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahasiswa ITS Surabaya Ciptakan Pasir Kucing Ramah Lingkungan

Kamis, 29 Februari 2024 | 10:47 WIB
AP
AD
Penulis: Agung Dharma Putra | Editor: AD
Tampilan facocat, pasir kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif hasil karya tim mahasiswa ITS.
Tampilan facocat, pasir kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif hasil karya tim mahasiswa ITS. (Beritasatu.com/Istimewa)

Surabaya, Beritasatu.com - Kelompok mahasiswa dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan pasir kucing ramah lingkungan berbahan dasar fly ash dan arang aktif dari sabut kelapa.

Inovasi bernama facocat ini dilatarbelakangi banyaknya masyarakat yang memelihara kucing di Indonesia, sehingga memantik adanya peluang pasar yang cukup besar, salah satunya penggunaan pasir kucing.

Ketua tim Kalinda Ayu Prasasti mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir karena mayoritas bahan dasar pasir kucing bersifat karsinogenik dan tentunya berbahaya bagi kucing.

ADVERTISEMENT

“Oleh karena itu, kami mencoba memanfaatkan sabut kelapa dan abu layang (fly ash) yang lebih ramah lingkungan pada pembuatan pasir untuk kucing ini,” ujar, Kalinda kepada Beritasatu.com pada Kamis (29/2/2024).

Lebih lanjut kalinda menambahkan sabut kelapa memiliki kandungan selulosa yang berpotensi diolah menjadi arang aktif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa arang aktif mempunyai pori-pori yang terbuka sehingga daya penyerapannya tinggi. Hal tersebut membuat arang aktif kerap digunakan dalam proses pemurnian.

Sementara fly ash terbukti dapat menggumpal dengan baik ketika terkena kotoran kucing dan bau urea yang dihasilkan. Hal tersebut didasarkan pada kemampuan fly ash untuk menyerap kelembaban dengan cepat akibat tingkat porositas yang tinggi.

Dalam proses pengolahannya, Kalinda mengatakan bahwa pembuatan facocat tergolong sederhana. Diterangkannya, facocat dibuat dengan mengaktivasi dua bahan tersebut (fly ash dan arang aktif) dengan bantuan zat pengikat agar sifat penyerapannya muncul.

Seusai diaktivasi, kedua bahan dicampurkan lalu diberi air dan selanjutnya dibentuk menjadi pasir menggunakan mesin granulator hingga siap pakai.

Di balik cara pembuatannya yang sederhana, menurut Kalinda, acocat menjadi pelopor pasir kucing ramah lingkungan pertama di Indonesia. Produk ini memiliki berbagai keunggulan, yakni tidak berbau, mudah menggumpal, dapat langsung dibuang ke tanah, bebas debu, food grade, dan tanpa pewangi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon