ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

4 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Mamuju

Selasa, 28 Januari 2025 | 02:23 WIB
MA
SM
Penulis: Muhammad Asyharuddin Arbab | Editor: SMR
Longsor di Dusun Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (26/1/2025.
Longsor di Dusun Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (26/1/2025. (Beritasatu.com/Asyharuddin Arbab)

Mamuju, Beritasatu.com - Bencana longsor terjadi di Dusun Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat akibat hujan deras pada Minggu (26/1/2025) malam.

Tebing setinggi belasan meter longsor dan menimpa dua rumah mengakibatkan empat warga meninggal dunia tertimbun material longsor.

Longsor juga menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka berat hingga dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju.

Baca Juga: Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Longsor di Pekalongan

Keempat korban yang meninggal dunia akibat longsor di Mamuju merupakan satu keluarga, yakni Nasril (40), Nurlela (24), Aisyah (4) serta bayi berusia satu bulan yang belum memiliki nama.

Sementara empat korban luka berat, yaitu Ajeng (13), Fahri (30), Irawati (40), dan Syahrul (50).

Selain di sekitar pemukiman warga, longsor juga terjadi di beberapa titik jalan menuju rumah korban sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Baca Juga: 2 Jenazah Ditemukan di Lokasi Longsor Pekalongan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25 Orang

Saat ini tim gabungan masih terus melakukan proses pembersihan material longsor agar akses jalan menuju lokasi bisa kembali dilalui oleh kendaraan.

Tim SAR gabungan TNI, Polri bersama masyarakat sempat kesulitan melakukan evakuasi korban karena terhalang material longsor dan pohon tumbang yang menutup jalan, ditambah lagi tak ada listrik.

Seorang warga Dusun Tapodede Sohrawati mengatakan hujan deras mengakibatkan tebing longsor tiba-tiba menimpa rumah warga.

"Kejadiannya sekitar pukul 20.00 Wita. Tebing tiba-tiba longsor dan menimpa rumah," kata Sohrawati, Senin (27/1/2025).

Ia menceritakan perjuangan salah seorang kakek yang berhasil menyelamatkan bayi anak dari korban Nurlela yang baru berusia 21 hari.

"Pertama dia angkat bayi, kemudian dilarikan neneknya keluar dari rumah, tiba-tiba datang omnya lalu diserahkan, lagi omnya langsung larikan ke rumahnya neneknya, makanya bisa selamat," jelasnya.

"Sementara neneknya yang ditinggal, sudah tertimbun lumpur sampai di dada. Bayinya memang dilarikan oleh neneknya tetapi omnya yang selamatkan," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon