500 Warga Bersihkan Malioboro Sambut HUT Ke-80 RI
Rabu, 13 Agustus 2025 | 11:10 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 500 warga dari berbagai unsur masyarakat menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Malioboro, Selasa (13/8/2025). Kegiatan bertajuk Reresik Malioboro ini dimulai dari Pos Teteg hingga Titik Nol Kilometer, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kegiatan ini mencerminkan kepedulian bersama untuk menjaga Malioboro sebagai wajah kota.
“Malioboro ini adalah wajah kita semua. Yogyakarta mengedepankan gotong royong, sehingga hari ini warga setempat, TNI, Polri, ormas, dan unsur lainnya bersama membersihkan kawasan Malioboro,” ujarnya.
Menurut Hasto, aksi ini juga menjadi upaya menjaga kelestarian kawasan cagar budaya, termasuk Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
“Kita harus memberi perhatian agar kKawasan Sumbu Filosofi tetap bersih dan lestari. Kami mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merokok di kawasan Malioboro. Sampai hari ini masih ditemukan puntung rokok, jadi mari kita jaga kebersihan bersama,” tegasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Nindyo Dewanto, menambahkan Reresik Malioboro menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan dengan semangat gotong royong.
“Malioboro adalah bagian dari Sumbu Filosofi yang merupakan milik semua masyarakat. Kita harus memiliki rasa memiliki dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Nindyo juga mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk lebih terlibat dalam kegiatan positif di masyarakat.
“Ormas itu teman masyarakat. Banyak kegiatan Ormas merupakan kepanjangan tangan dari program pemerintah. Dari Kesbangpol, kami berupaya merangkul semua pihak demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan Yogyakarta,” jelasnya.
Perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kemantren Wirobrajan, Agus Gadru, mengatakan pihaknya hadir bersama anggota dari tiga kelurahan.
“Kami dari Kelurahan Wirobrajan, Pakuncen, dan Patangpuluhan. Semoga kegiatan Reresik Malioboro ini bisa dilanjutkan, karena kami ingin bersama-sama menjaga Malioboro sebagai ikon Yogyakarta,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




