50.000 Anak Terinfeksi Covid-19 Selama Juni dan Juli
Jumat, 23 Juli 2021 | 15:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 50.000 anak terinfeksi Covid-19 selama Juni dan Juli. Hal itu diungkapkan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemkes), Erna Mulati.
Di masa pandemi Covid-19 ini memang terjadi peningkatan yang cukup besar penularan pada anak, terutama dalam 2-3 minggu terakhir.
"Dari data yang kami peroleh sejak awal Juni 2021 sampai 11 Juli 2021, ada sekitar 50.000 lebih anak Indonesia yang terpapar Covid-19 dari usia 0-18 tahun. Tentu ini jauh lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya," kata Erna pada konferensi pers daring terkait Hari Anak Nasional 2021, Jumat (23/7/2021).
Ia menyebutkan, tingginya jumlah anak yang terinfeksi Covid-19 ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap potensi masalah yang mungkin timbul. Tidak saja bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan pemerintah.
Oleh karena itu, Erna menyebutkan, sejak awal pandemi Covid-19, Kemkes menekankan agar keluarga sebagai orang terdekat anak untuk memiliki peran yang aktif dan mempunyai literasi yang cukup baik dalam menjaga anak-anak.
Menurut Erna, ada beberapa hal dilakukan pemerintah melalui Kemkes untuk menjaga anak dari penyebaran Covid-19. Misalnya, mendorong orang tua untuk memberikan informasi yang mudah dimengerti dan benar terkait dengan pencegahan atau agar anak tersebut tidak terkena Covid-19. Selain itu, proaktif agar anak dapat divaksinasi, khususnya bagi anak usia 12-17 tahun.
Selain itu, Kemkes juga memberikan edukasi kepada anak terkait protokol kesehatan (prokes) seperti cara memakai masker yang baik dan benar. Kemudian, kebiasaan baru lainnya yakni selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir atau hand sanitizer serta menjaga jarak antara satu dengan lainnya.
Erna menyebutkan, anak yang mempunyai faktor risiko terinfeksi Covid-19 harus menghubungi puskesmas setempat. Pasalnya, ada 2 bahaya yang timbul pada anak ketika terinfeksi Covid-19.
Pertama, tanpa gejala sehingga anak menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga tanpa disadari atau diketahui oleh anggota keluarga tersebut.
Kedua, anak yang mempunyai komorbid dalam bentuk gizi buruk atau memiliki penyakit kronis. Ketika terinfeksi Covid-19 kondisi mereka langsung memperburuk dan kemungkinan akan terjadi kematian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




