ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sadar Wisata di Tapanuli, Kemenparekraf Dorong Pariwisata untuk Kesejahteraan

Sabtu, 16 Juli 2022 | 12:57 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Wisata Aritonang, Desa Wisata Sibandang dan Desa Wisata Papande (Kabupaten Tapanuli Utara) serta Desa Merek dan Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berlangsung pada Kamis dan Jumat 14-15 Juli 2022.
Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Wisata Aritonang, Desa Wisata Sibandang dan Desa Wisata Papande (Kabupaten Tapanuli Utara) serta Desa Merek dan Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berlangsung pada Kamis dan Jumat 14-15 Juli 2022. (Kemenparekraf/Dokumentasi)

Tapanuli Utara, Beritasatu.com- Kemenparekraf/Baparekraf mendorong pariwisata untuk kesejahteraan warga desa saat kampanye Sadar Wisata di Tapannuli Utara dan Karo. Bertempat di Desa Wisata Aritonang, Desa Wisata Sibandang dan Desa Wisata Papande (Kabupaten Tapanuli Utara) serta Desa Merek dan Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Sosialisasi Sadar Wisata berlangsung pada Kamis dan Jumat (14-15 Juli 2022)

"Saat ini wilayah Danau Toba menjadi salah satu Destinasi Super Prioritas yang dikembangkan pemerintah. Untuk itu seluruh penggerak pariwisata harus meningkatkan kesadaran akan potensi pariwisata yang dimilikinya dan meningkatkan kapasitas dalam melayani kunjungan wisatawan, agar berdampak pada kesejahteraan warga yang ada di sekitar kawasan Danau Toba," kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Frans Teguh dalam sambutannya saat membuka sosialisasi di depan 100 orang pelaku pariwisata dari setiap desa wisata, Kamis (14/7/2022).

Frans mengatakan, Sadar Wisata, yang terdiri dari 3 pilar yakni Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environmental Sustainability) merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Pandemi Covid-19 telah mengubah cara orang berwisata saat ini termasuk pada kunjungan ke destinasi wisata alam dan aktivitas fisik di alam terbuka yang menawarkan pengalaman unik dan berkesan bagi wisatawan. Kita mendesain dan menawarkan experience sehingga mewujudkan kunjungan berkualitas dan melahirkan dampak ekonomi, budaya dan dampak lingkungan yang positif. Desa wisata menjadi motor kebangkitan pariwisata," ujar Frans Teguh.

ADVERTISEMENT

Frans mengatakan pengalaman terbaik yang dirasakan oleh wisatawan karena sentuhan dari pelaku pariwisata tidak dapat menggantikan digitalisasi yang menjadi keniscayaan saat ini.

"Kita harus meyakini bahwa di bidang pariwisata, perlu hi-tech, teknologi tinggi, tapi kita juga perlu hi-touch. Dengan sentuhan, hospitality, interaksi yang harus menjadi dominan dalam setiap pelayanan, penanganan dan pengelolaan pariwisata kita di desa," ucap Frans Teguh.

Terkait Kampanye Sadar Wisata, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata, Florida Pardosi pada pembukaan Sosialisasi Sadar Wisata mengatakan, ini bukan program yang hit dan run, ini adalah satu program holistik yang berkelanjutan. Ruang lingkup Program Kampanye Sadar Wisata terdiri dari kegiatan Sosialisasi, Pelatihan, Pendampingan hingga Apresiasi.

Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Wisata Aritonang, Desa Wisata Sibandang dan Desa Wisata Papande (Kabupaten Tapanuli Utara) serta Desa Merek dan Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berlangsung pada Kamis dan Jumat 14-15 Juli 2022.

Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Wisata Aritonang, Desa Wisata Sibandang dan Desa Wisata Papande (Kabupaten Tapanuli Utara) serta Desa Merek dan Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berlangsung pada Kamis dan Jumat 14-15 Juli 2022.

"Setelah menyelesaikan tahapan Sosialisasi, akan ada 10 orang terpilih dari tiap desa wisata yang diharapkan dapat menjadi duta pariwisata dan agen perubahan di desa wisata masing-masing," terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Utara, Sasma Hamonangan Situmorang mengatakan, Kawasan Danau Toba dianugerahi keindahan alam dan panorama wisata yang luar biasa dari delapan kabupaten di sekitarnya.

"Untuk itu pengembangan wilayah ini sebagai Destinasi Super Prioritas harus didukung dengan kesiapan sumber daya manusia penggerak pariwisata, agar pembangunan destinasi yang dilakukan tidak sia-sia," ucapnya, saat menghadiri acara Sosialisasi Sadar Wisata ini.

Menurut Sasma, wilayah Kabupaten Tapanuli Utara akan dikembangkan menjadi lumbung pangan dan kawasan wisata alam, budaya, religi dan agrowisata.

"Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan hal itu pada desa-desa wisata yang ada di sini. Kami punya tantangan yang juga cukup besar tentang bagaimana memacu promosi pariwisata ini dengan teknologi dan meninggalkan hal-hal yang konvensional agar semua potensi pariwisata disini diketahui lebih banyak orang," terang Sasma.

Baca Juga: Kemenparekraf Sosialisasi Sadar Wisata di Simalungun dan Toba

Sementara itu, perwakilan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, Honest Karo-Karo menyampaikan apresiasi kepada Kemenparekraf atas terselenggaranya Sosialisasi Sadar Wisata di Desa Wisata Merek dan Desa Wisata Tongging.

"Desa Wisata Merek adalah pintu masuk wisata Kaldera Danau Toba di Kabupaten Karo, sementara Desa Wisata Tongging adalah detinasi wisata yang langsung bersentuhan dengan tepian Danau Toba yang menjadi Destinasi Super Prioritas. Kami ingin kegiatan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk berperan aktif dalam pengembangan potensi pariwisata di sini," ucapnya.

Honest juga berharap kesadaran pelaku pariwisata akan meningkatkan citra desa yang berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Kemenparekraf Tingkatkan Pemahaman Sadar Wisata di Wakatobi

"Hal ini tentu akan membuat pariwisata dan ekonomi berjalan beriringan," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pemahaman akan sadar wisata diharapkan dapat membangun pola pikir masyarakat untuk berperan aktif dalam pengembangan pariwisata.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melanjutkan sosialisasi sadar wisata.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon