Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Batalkan Autopsi, Ada Apa?
Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:45 WIB
"Anak saya sudah jadi korban, nanti malah jadi kelinci percobaan. Ayo yang lain, saya mohon apakah mau dan berani mengajukan autopsi. Ayo kita berjuang bersama menuntut keadilan. Jangan hanya ngomong usut tuntas," tegasnya.
Athok mengaku mengajukan permohonan autopsi ke Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) karena tidak tega melihat jasad kedua buah hatinya membiru dan menghitam, tubuh dan pakaiannya masih tersisa bau gas.
Baca Juga: Polri Dalami Hilangnya Rekaman CCTV Tragedi Kanjuruhan
"Bagian dada Natasha sampai kepala membiru dan menghitam, bagian hidung mengeluarkan darah, kondisi sama juga dialami Nayla di bagian leher sampai kepala juga membiru dan menghitam. Tidak ada luka di bagian badan, si Nayla di hidungnya mengeluarkan busa, Tidak ada luka mulai leher ke bawah, lecet apapun tidak ada. Dan memang racun sampai keluar dari hidung, itu amoniak kayaknya di bajunya ada bekas darah dan berbau amoniak," ungkap Athok.
Melihat kematian tragis kedua putrinya itulah dia memberanikan diri untuk menuntut keadilan. Apalagi, saat itu Polisi menyampaikan penyebab kematian korban tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




