ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Batalkan Autopsi, Ada Apa?

Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:45 WIB
DF
YD
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: YUD
Devi Athok orang tua korban tragedi Kanjuruhan saat menjelaskan pembatalan autopsi kedua putrinya Devi Anggraeni (16) dan Natasya Febi Anggraeni (13) kepada wartawan di rumahnya Jalan Raya Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu 19 Oktober 2022.
Devi Athok orang tua korban tragedi Kanjuruhan saat menjelaskan pembatalan autopsi kedua putrinya Devi Anggraeni (16) dan Natasya Febi Anggraeni (13) kepada wartawan di rumahnya Jalan Raya Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu 19 Oktober 2022. (B Universe/Didik Fibrianto)

"Anak saya sudah jadi korban, nanti malah jadi kelinci percobaan. Ayo yang lain, saya mohon apakah mau dan berani mengajukan autopsi. Ayo kita berjuang bersama menuntut keadilan. Jangan hanya ngomong usut tuntas," tegasnya.

Athok mengaku mengajukan permohonan autopsi ke Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) karena tidak tega melihat jasad kedua buah hatinya membiru dan menghitam, tubuh dan pakaiannya masih tersisa bau gas.

Baca Juga: Polri Dalami Hilangnya Rekaman CCTV Tragedi Kanjuruhan

"Bagian dada Natasha sampai kepala membiru dan menghitam, bagian hidung mengeluarkan darah, kondisi sama juga dialami Nayla di bagian leher sampai kepala juga membiru dan menghitam. Tidak ada luka di bagian badan, si Nayla di hidungnya mengeluarkan busa, Tidak ada luka mulai leher ke bawah, lecet apapun tidak ada. Dan memang racun sampai keluar dari hidung, itu amoniak kayaknya di bajunya ada bekas darah dan berbau amoniak," ungkap Athok.

ADVERTISEMENT

Melihat kematian tragis kedua putrinya itulah dia memberanikan diri untuk menuntut keadilan. Apalagi, saat itu Polisi menyampaikan penyebab kematian korban tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

SPORT
3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

SPORT
Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon