Test Drive: Mencari Minus Mobilio

Senin, 10 Februari 2014 | 10:15 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
(beritasatu.com)

Bagian yang termasuk sulit dalam tes ini justru mencari jawaban kenapa Mobilio dengan semua teknologi maju Honda bisa bersaing harga di segmen low MPV, meskipun tipe Prestige sudah mendekati Rp 200 juta.

Hari kedua uji coba banyak saya gunakan untuk membuat daftar minus Mobilio, dan hasilnya tidak terlalu panjang.

Dimulai dengan bahan plastik yang terlihat murah pada dasbor. Lalu console di samping pengemudi yang sangat simpel, hanya cukup untuk menaruh ponsel atau notes.

Radio-tape JVC di tipe S dan E cukup sulit dioperasikan, terutama tombol pencari stasiun radio otomatis. Namun sistem audio dan layar sentuh Kenwood di tipe Prestige sudah cukup berkelas.

Jangan berharap ada audi control di roda kemudi, atau jok bahan kulit, atau motor listrik untuk menggeser sandaran kursi. Tombol central lock pintu tidak bekerja otomatis ketika mobil berjalan.

Namun itu hanya aksesoris atau kosmetik. Dengan dana terbatas, kalau diminta memilih antara airbag atau audio canggih, semua konsumen pasti sama jawabannya.

Di sinilah keunggulan Mobilio sebagai pendatang baru di segmen low MPV. Dual airbags menjadi fitur wajib di semua tipe, termasuk standar. Demikian juga mesin i-VTEC, teknologi drive-by-wire dan teknologi struktur rangka dan kabin yang dipatenkan Honda sebagau G-CON+ACE. Yang disebut terakhir ini bertujuan meredam dan menyalurkan daya benturan saat terjadi tabrakan.

Jok baris kedua dirancang kompatibel untuk dipasang kursi pengaman bayi dan balita, seperti layaknya mobil kelas premium.

Juga fitur standar adalah indikator ECO yang mengigatkan pengemudi agar membawa mobil dengan seefisien mungkin.

Lalu untuk range harga Rp 190 juta hingga Rp 200 juta, bisa diperoleh transmisi CVT serta rem ABS dan EBD. Kalau fitur keselamatan dan kinerja mesin memang menjadi prioritas konsumen Indonesia, Mobilio akan sangat berpeluang merebut pimpinan di segmen low MPV dengan segala fitur standar di atas, asalkan harganya tidak mengalami inflasi tak wajar.

| 1 | 2 | 3 | 4 |

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bisnis EV Rugi Besar, Honda Fokus Perluas Pasar Motor di India

Bisnis EV Rugi Besar, Honda Fokus Perluas Pasar Motor di India

OTOTEKNO
Honda SH Vetro Blue, Saat Desain Italia Bertemu DNA Jepang

Honda SH Vetro Blue, Saat Desain Italia Bertemu DNA Jepang

OTOTEKNO
Honda Batalkan Pabrik Mobil Listrik di Kanada, Proyek Rp 170 T Kandas?

Honda Batalkan Pabrik Mobil Listrik di Kanada, Proyek Rp 170 T Kandas?

OTOTEKNO
Honda Rugi Rp 252 T, Proyek Mobil Listrik Massal Resmi Dibatalkan!

Honda Rugi Rp 252 T, Proyek Mobil Listrik Massal Resmi Dibatalkan!

OTOTEKNO
Hybrid Rasa Manual! Honda Civic RS e:HEV Punya Teknologi Oper Gigi

Hybrid Rasa Manual! Honda Civic RS e:HEV Punya Teknologi Oper Gigi

OTOTEKNO
Bedah Keunggulan Honda Giorno, Skutik Retro Paling Irit

Bedah Keunggulan Honda Giorno, Skutik Retro Paling Irit

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon