X Masih Merugi Sejak Dibeli Elon Musk, Bank Penanggung Siap Pergi
Minggu, 26 Januari 2025 | 08:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - X, dahulu Twitter, masih terus merugi sejak dibeli Elon Musk. Kini beberapa bank yang membantu Elon Musk membeli X sudah siap angkat kaki karena platform tersebut masih terus rugi.
Diketahui Elon Musk secara resmi membeli Twitter, yang kini bernama X, pada 27 Oktober 2022. Untuk akuisisi ini, Elon Musk menggelontorkan dana sebesar US$ 44 miliar atau setara Rp 688 triliun.
Pendanaan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk US$ 13 miliar dalam bentuk pinjaman yang didukung oleh bank-bank besar seperti Morgan Stanley, Bank of America, dan Barclays. Kini beberapa bank tersebut sudah siap angkat kaki atau pergi.
Mereka berencana menjual utang tersebut ke pihak lain karena melihat kondisi X yang belum bisa dikatakan untung.
"Meski Elon Musk berulang kali menegaskan bahwa X memiliki potensi besar untuk menjadi platform yang menguntungkan dalam waktu singkat, kenyataannya hingga kini, X masih kesulitan mencapai kondisi keuangan yang stabil," tulis The Verge, Minggu (26/1/2025).
Dalam email yang dikirimkan kepada karyawan, Elon Musk mengakui bahwa pertumbuhan pengguna X stagnan, pendapatannya tidak mengesankan, dan perusahaan masih kesulitan mencapai titik impas atau break even. Bahkan dari sisi bisnis, X menurut Elon Musk masih jauh dari kata menguntungkan dan bisa dibilang rugi. Salah satu hambatan utamanya adalah utang besar.
"Situasi ini mendorong bank-bank penanggung seperti Bank of America, Barclays, dan Morgan Stanley untuk mencari jalan keluar. Namun, mereka kini berencana menjual sebagian utang tersebut dengan harga 90–95 sen per dolar Amerika kepada pihak lain, sambil tetap mempertahankan sebagian kecil kepemilikan," tulis The Verge.
Menariknya, bank-bank ini memanfaatkan momen kedekatan Musk dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai daya tarik untuk menjual utang-utang tersebut. Beberapa investor diyakini tertarik dengan keyakinan bahwa kondisi keuangan X akan membaik di masa depan.
Meski X telah meluncurkan beberapa fitur baru seperti tab video dan daftar pekerjaan, perusahaan ini belum memenuhi visi ambisius Elon Musk untuk menjadi platform yang mampu mengelola "seluruh kehidupan finansial seseorang" pada akhir 2024. Hingga saat ini, meski X menjadi salah satu platform media sosial yang kuat dari sisi pengaruh, dari sisi bisnis, perjalanan menuju keuntungan tampaknya masih penuh tantangan. Bisa dikatakan X masih terus merugi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




