ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ucapkan Salam Perpisahan Saat Milan vs Salernitana, Ini Kata Pioli

Minggu, 26 Mei 2024 | 10:17 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Stefano Pioli bersalaman dengan para pemain AC Milan setelah pertandingan melawan Salernitana.
Stefano Pioli bersalaman dengan para pemain AC Milan setelah pertandingan melawan Salernitana. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, menyebut klub itu telah menyalakan api dalam hidupnya. Hal itu diungkap Pioli dalam pertandingan terakhirnya bersama Rossoneri saat menjamu Salernitana yang berakhir imbang 3-3, Minggu (26/5/2024) dini hari WIB.

Dalam pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza itu, gol-gol Milan dilesakkan Rafael Leao pada menit ke-22, Olivier Giroud (27), serta Davide Calabria (77). Sementara gol-gol Salernitana yang membuat skor imbang dicetak Simeon Nwankwo pada menit ke-64 dan 89, serta Salomon Junior Sambia (87).

Pada awal pekan, sang pelatih diberitahu bahwa dia tidak akan menyelesaikan kontraknya hingga Juni 2025. Dia pun diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal di pertandingan kandang terakhir musim ini.

ADVERTISEMENT

Para pemainnya telah memulai perayaan sebelum kick-off, mengejutkan ahli taktik mereka, dan berulang kali berlari memeluknya selama pertandingan. Setelah peluit akhir dibunyikan, Pioli, Olivier Giroud, dan Simon Kjaer semuanya diberikan seragam Milan berbingkai yang ditandatangani oleh skuad dan diberikan mikrofon untuk berbicara kepada penonton.

“Ini adalah malam untuk berterima kasih, jadi saya mulai dengan berterima kasih kepada orang-orang yang menginginkan saya di sini dan mendukung saya, yang memberi saya kesempatan untuk melatih klub yang fantastis. Terima kasih kepada yang lain, kepada seluruh karyawan Casa Milan, Milanello, staf saya yang telah bekerja keras,” kata Pioli.

Pelatih berusia 58 itu juga berterima kasih kepada para pemain dan mengatakan bahwa mereka memiliki posisi yang spesial. “Semua mendorong kami, memotivasi kami, memberi kami energi yang kami coba berikan ke lapangan,” ungkapnya.

Pidatonya disela oleh nyanyian ikonik scudetto yang dibawakan secara tiba-tiba, DJ pun ikut bergabung dan para pemain melemparkannya ke udara. Pioli masih menggenggam mikrofon saat itu.

Pioli kemudian meminta mereka untuk menurunkannya, karena dia belum menyelesaikan pidato. "Aku harus menyelesaikan! Kami kalah dan menderita bersama. Kami menang dan bersukacita bersama. Apa yang kami rasakan tetap ada. Kamu menyalakan api di hatiku, api itu akan selalu menyala dan aku tidak akan pernah melupakanmu. Terima kasih," papar pelatih yang pernah menangani Inter ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon