Presiden FIFA Usul Pemain Tutupi Mulut Diberi Kartu Merah
Senin, 2 Maret 2026 | 09:22 WIB
Zurich, Beritasatu.com - Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan aturan tegas terhadap pemain yang menutupi mulut saat terjadi konfrontasi verbal di lapangan. Ia menyatakan, tindakan tersebut seharusnya dianggap sebagai asumsi bersalah dan layak diberikan kartu merah apabila berujung pada dugaan rasisme.
Infantino mendorong pembuat aturan sepak bola untuk memperkenalkan kebijakan baru yang menjadikan gestur menutup mulut sebagai indikasi adanya ucapan yang tidak pantas.
“Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berkonsekuensi rasis, maka dia harus dikeluarkan dari lapangan,” ujar Infantino kepada Sky News.
Menurutnya, tidak ada alasan menutup mulut jika tidak ada sesuatu yang disembunyikan. “Harus ada asumsi bahwa dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya diucapkan,” tegasnya.
Dipicu Kontroversi Liga Champions
Pernyataan ini muncul setelah kontroversi dugaan rasisme yang melibatkan Vinícius Junior dari Real Madrid dan Gianluca Prestianni dari Benfica.
Dalam leg pertama play-off Liga Champions pada Maret lalu, Vinicius Jr menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial. Namun, ucapan yang diduga dilontarkan masih dalam penyelidikan karena Prestianni menutupi mulutnya dengan jersei saat insiden terjadi.
Infantino menilai pendekatan disiplin saat ini perlu diperkuat. Ia juga membuka kemungkinan pendekatan berbeda jika pelaku mengakui kesalahan dan meminta maaf. “Kita mungkin perlu memikirkan sanksi yang berbeda apabila seseorang mengakui dan meminta maaf,” katanya.
IFAB Siapkan Konsultasi Aturan Baru
Pada sisi lain, International Football Association Board (IFAB) mengumumkan akan menggelar konsultasi resmi terkait langkah-langkah melawan diskriminasi, termasuk praktik menutup mulut saat berbicara di lapangan.
Setiap perubahan regulasi ditargetkan dapat disahkan sebelum FIFA World Cup 2026.
Dalam Rapat Umum Tahunan, IFAB juga menyetujui sejumlah pembaruan aturan lain, seperti pengetatan terhadap penguluran waktu serta protokol baru untuk VAR.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




