ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden FIFA Usul Pemain Tutupi Mulut Diberi Kartu Merah

Senin, 2 Maret 2026 | 09:22 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Presiden FIFA Gianni Infantino memegang bola Al Rihla yang merupakan bola resmi Piala Dunia 2022 Qatar saat berbicara di sela-sela jamuan makan siang pemimpin negara dan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa, 15 November 2022.
Presiden FIFA Gianni Infantino memegang bola Al Rihla yang merupakan bola resmi Piala Dunia 2022 Qatar saat berbicara di sela-sela jamuan makan siang pemimpin negara dan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa, 15 November 2022. (Antara)

Zurich, Beritasatu.com - Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan aturan tegas terhadap pemain yang menutupi mulut saat terjadi konfrontasi verbal di lapangan. Ia menyatakan, tindakan tersebut seharusnya dianggap sebagai asumsi bersalah dan layak diberikan kartu merah apabila berujung pada dugaan rasisme.

Infantino mendorong pembuat aturan sepak bola untuk memperkenalkan kebijakan baru yang menjadikan gestur menutup mulut sebagai indikasi adanya ucapan yang tidak pantas.

“Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berkonsekuensi rasis, maka dia harus dikeluarkan dari lapangan,” ujar Infantino kepada Sky News.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, tidak ada alasan menutup mulut jika tidak ada sesuatu yang disembunyikan. “Harus ada asumsi bahwa dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya diucapkan,” tegasnya.

Dipicu Kontroversi Liga Champions

Pernyataan ini muncul setelah kontroversi dugaan rasisme yang melibatkan Vinícius Junior dari Real Madrid dan Gianluca Prestianni dari Benfica.

Dalam leg pertama play-off Liga Champions pada Maret lalu, Vinicius Jr menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial. Namun, ucapan yang diduga dilontarkan masih dalam penyelidikan karena Prestianni menutupi mulutnya dengan jersei saat insiden terjadi.

Infantino menilai pendekatan disiplin saat ini perlu diperkuat. Ia juga membuka kemungkinan pendekatan berbeda jika pelaku mengakui kesalahan dan meminta maaf. “Kita mungkin perlu memikirkan sanksi yang berbeda apabila seseorang mengakui dan meminta maaf,” katanya.

IFAB Siapkan Konsultasi Aturan Baru

Pada sisi lain, International Football Association Board (IFAB) mengumumkan akan menggelar konsultasi resmi terkait langkah-langkah melawan diskriminasi, termasuk praktik menutup mulut saat berbicara di lapangan.

Setiap perubahan regulasi ditargetkan dapat disahkan sebelum FIFA World Cup 2026.

Dalam Rapat Umum Tahunan, IFAB juga menyetujui sejumlah pembaruan aturan lain, seperti pengetatan terhadap penguluran waktu serta protokol baru untuk VAR.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gagal ke Piala Dunia 3 Kali, Ranking Italia di FIFA Malah Naik

Gagal ke Piala Dunia 3 Kali, Ranking Italia di FIFA Malah Naik

SPORT
Liga Inggris Ubah Kebiasaan 100 Tahun mulai Musim 2026/2027

Liga Inggris Ubah Kebiasaan 100 Tahun mulai Musim 2026/2027

SPORT
Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta, FIFA Tuai Kritik

Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta, FIFA Tuai Kritik

SPORT
Spanyol Terancam Sanksi FIFA Seusai Nyanyian Islamofobia

Spanyol Terancam Sanksi FIFA Seusai Nyanyian Islamofobia

SPORT
10 Pemain Mesir Tahan Imbang Spanyol

10 Pemain Mesir Tahan Imbang Spanyol

SPORT
Begini Format Baru Play-off Antarbenua Piala Dunia 2026, Apa Bedanya?

Begini Format Baru Play-off Antarbenua Piala Dunia 2026, Apa Bedanya?

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT