ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pagar Laut Belum Tuntas Dibongkar, Nelayan Tangerang Masih Merugi

Minggu, 13 April 2025 | 01:10 WIB
WK
DM
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: DM
Pembongkaran pagar laut di perairan Tangerang belum rampung. Nelayan masih kesulitan melaut akibat bambu sisa yang merusak jaring dan baling-baling kapal.
Pembongkaran pagar laut di perairan Tangerang belum rampung. Nelayan masih kesulitan melaut akibat bambu sisa yang merusak jaring dan baling-baling kapal. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com - Pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten yang sebelumnya mulai dibongkar oleh TNI AL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), rupanya masih menyisakan masalah bagi nelayan setempat.

Nelayan menemukan pagar laut sepanjang 10 kilometer yang tersebar di empat lokasi berbeda belum sepenuhnya dibersihkan. Sisa-sisa pagar dari bilah bambu yang tertancap di dasar laut ini masih mengganggu aktivitas mereka saat melaut.

Penelusuran di perairan Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, pada Sabtu (12/4/2025) menunjukkan, pagar bambu masih berdiri kokoh di beberapa bagian, meski sebagian lainnya mulai berantakan. Ketinggian bilah bambu yang menjulang di atas permukaan air bervariasi, berkisar antara dua hingga tiga meter.

ADVERTISEMENT

Makdis Adhari, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan pagar-pagar bambu yang belum tuntas dibongkar ini tersebar di Desa Muncung, Desa Kohod, Desa Kemiri, dan Desa Lontar.

"Bagian atas memang sudah dicabut, tetapi bambu bagian bawahnya masih banyak tertancap. Kalau ditotal, sekitar 10 kilometer yang belum dibersihkan," jelas Makdis terkait pembongkaran pagar laut Tangerang yang belum tuntas.

Masalah ini jelas merugikan nelayan, terutama yang menggunakan alat tangkap sederhana. Potongan bambu yang tersembunyi di bawah permukaan air bisa merusak jaring ikan dan baling-baling kapal.

"Saya sendiri sudah dua kali ganti baling-baling karena kena potongan bambu. Jaring juga sering tersangkut dan sobek," keluh Makdis.

Meski saat ini jalur melaut tidak sepenuhnya tertutup seperti sebelumnya, nelayan masih harus menghadapi risiko lebih tinggi dan pengeluaran tambahan, termasuk konsumsi bahan bakar akibat waktu tempuh yang bertambah ketika harus melepas jaring yang tersangkut.

Makdis dan para nelayan lain berharap pemerintah bisa segera menuntaskan pembongkaran pagar laut hingga bersih. Selain itu, mereka juga meminta perhatian berupa bantuan penggantian kerusakan jaring dan baling-baling kapal yang terdampak.

"Kami cuma minta dibersihkan sampai tuntas dan kalau bisa, nelayan yang dirugikan didata dan dibantu," pungkas Makdis terkait pembongkaran pagar laut Tangerang yang belum tuntas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sidang Kades Kohod Cs Terkait Pagar Laut Digelar 30 September 2025

Sidang Kades Kohod Cs Terkait Pagar Laut Digelar 30 September 2025

BANTEN
Jampidum Koordinasi Kabareskrim Terkait Berkas Kasus Pagar Laut

Jampidum Koordinasi Kabareskrim Terkait Berkas Kasus Pagar Laut

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon