ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sempat Terhenti, Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang Dilanjutkan

Minggu, 13 April 2025 | 21:21 WIB
WK
H
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: HE
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan kembali melanjutkan pembongkaran pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, mulai Rabu, 16 April 2025.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan kembali melanjutkan pembongkaran pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, mulai Rabu, 16 April 2025. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan kembali melanjutkan pembongkaran pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, yang hingga kini masih menyisakan masalah bagi nelayan. Pembongkaran dijadwalkan dimulai kembali pada Rabu (16/4/2025).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono menyampaikan, proses pembongkaran sempat terhenti selama bulan Ramadan karena keterbatasan personel yang menjalani ibadah puasa.

"Rencana hari Rabu kami akan mulai lagi pembongkaran pagar laut," kata Pung Nugroho, Minggu (13/4/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Nugroho, salah satu kendala dalam pembongkaran adalah cerucuk bambu yang tertancap hingga kedalaman dua hingga tiga meter di dasar laut, sehingga mempersulit proses pencabutan secara manual oleh petugas di lapangan.

Sebelumnya, pagar laut yang dibangun dari bilah bambu di empat titik wilayah perairan utara Tangerang, yakni Desa Muncung, Kohod, Kemiri, dan Lontar, telah mulai dibongkar oleh KKP dan TNI AL. Namun, nelayan menyebut pembongkaran belum dilakukan secara menyeluruh.

Makdis Adhari, nelayan dari Desa Muncung mengungkapkan sekitar 10 kilometer pagar laut masih tertancap di dasar laut dan mengganggu aktivitas nelayan saat melaut.

"Bagian atas memang sudah dicabut, tetapi bambu bagian bawahnya masih banyak. Ini merusak jaring dan baling-baling kapal kami," kata Makdis.

Menurutnya, pagar laut yang belum sepenuhnya dibersihkan menyebabkan kerugian bagi nelayan, terutama yang menggunakan alat tangkap tradisional. Potongan bambu yang tersembunyi di bawah permukaan laut berisiko merobek jaring dan merusak baling-baling kapal kecil.

Makdis mengaku telah dua kali mengganti baling-baling kapal akibat tersangkut potongan bambu. Ia berharap pembongkaran pagar laut di Tangerang dilakukan hingga benar-benar bersih dan ada bantuan kompensasi bagi nelayan yang dirugikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sidang Kades Kohod Cs Terkait Pagar Laut Digelar 30 September 2025

Sidang Kades Kohod Cs Terkait Pagar Laut Digelar 30 September 2025

BANTEN
Jampidum Koordinasi Kabareskrim Terkait Berkas Kasus Pagar Laut

Jampidum Koordinasi Kabareskrim Terkait Berkas Kasus Pagar Laut

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon