ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pawai Obor 1 Muharam di Lebak Meriah dengan Replika Hasil Bumi

Kamis, 26 Juni 2025 | 22:43 WIB
B
BW
Penulis: Budiman | Editor: BW
Ribuan warga Lebak meriahkan Tahun Baru Islam dan HUT Desa Pasirgintung dengan pawai obor, Kamis 26 Juni 2025.
Ribuan warga Lebak meriahkan Tahun Baru Islam dan HUT Desa Pasirgintung dengan pawai obor, Kamis 26 Juni 2025. (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com – Ribuan warga dari berbagai kampung di Desa Pasirgintung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar tradisi pawai obor sejauh 3 kilometer, Kamis (26/6/2025) malam.

Pawai obor ini berlangsung meriah dengan berbagai replika hiasan dan hasil bumi yang dibawa masing-masing kelompok RT.

Tradisi pawai obor ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah, sekaligus memperingati hari jadi ke-18 Desa Pasirgintung.

ADVERTISEMENT

Pantauan Beritasatu.com di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang berjalan kaki sambil membawa obor dari bambu. Mereka juga membawa aneka hiasan unik, hasil bumi, dan membacakan selawat Nabi Muhammad SAW, mulai dari lapangan desa hingga ke kantor desa.

Tak hanya diikuti oleh orang dewasa, pawai obor juga melibatkan anak-anak dan remaja. Salah satunya adalah Mupidah (8), yang ikut serta bersama kedua orang tuanya. "Ini saya lagi ikut pawai obor, alhamdulillah senang banget bisa ikut lagi. Ini yang kedua kalinya saya ikut pawai," ujar Mupidah kepada Beritasatu.com.

Menurutnya, pawai tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan sebelumnya karena dimeriahkan oleh berbagai perlombaan Islami di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Pasirgintung, Budi, menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian HUT ke-18 Desa Pasirgintung yang bertepatan dengan momen Tahun Baru Islam.

"Ini sudah tahun kedua kami mengadakan pawai obor. Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat tinggi, dan tahun ini lebih semarak," kata Budi.

Berbagai perlombaan turut memeriahkan acara, seperti MTQ anak, cerdas cermat Islami, hingga lomba azan antarkampung. "Kegiatan ini kami jadikan sebagai bentuk syiar Islam dan juga memperkuat semangat kebersamaan warga desa," tambahnya.

Budi berharap tradisi pawai obor ini terus berlangsung setiap tahun dan menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah desa.

"Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga. Desa kami bisa makin kompak, terutama dalam meningkatkan kegiatan keagamaan," tutupnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon