Kontaminasi Bukan di Tambak, Udang Lebak-Pandeglang Aman Dikonsumsi
Minggu, 14 September 2025 | 14:02 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Pengusaha tambak udang asal Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, H Usmar Buntara memastikan udang dari wilayah Lebak dan Pandeglang aman dikonsumsi.
Usmar menegaskan dugaan kontaminasi radioaktif bukan berasal dari aktivitas PT Bahari Makmur Sejati (BMS), melainkan imbas dari pengolahan baja di sekitar kawasan industri PT Peter Metal Technology (PM) Kecamatan Cikande, Modern, Kabupaten Serang, Banten.
"Radioaktif itu murni imbas dari pengolahan baja sekitar pabrik. Tidak terbukti bahwa di BMS ada radioaktif. Secara internal, BMS murni tidak ada," kata Usmar, kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Minggu (14/9/2025).
Usmar mengungkapkan, pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan melakukan penyelidikan dan melokalisasi pabrik PT Peter Metal Technology (PMT) di kawasan Cikande Modern yang diduga menjadi sumber kontaminasi radioaktif terhadap udang beku ekspor olahan PT BMS pada Jumat (12/9/2025).
"Kemarin kan sudah ada tuh pemberitaan kalau PT PMT sudah dilokalisasi sama pak menteri," ujarnya.
Usmar juga menjelaskan tambak udang yang dikelolanya menggunakan bahan alami dan tidak memakai bahan kimia seperti antibiotik, pengawet, maupun pewarna.
"Udang kita aman untuk dikonsumsi. Tidak ada bahan kimia. Radioaktif terkonfirmasi berasal dari pengelolaan limbah baja di luar BMS," jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat melobi Amerika Serikat agar ekspor udang kembali lancar sehingga tidak menimbulkan dampak luas bagi para petambak. "Kalau ekspor terhenti, dampaknya sangat besar. Bisa menimbulkan pengangguran dan kerugian berantai bagi masyarakat," tambahnya.
Sebelumnya, penolakan ekspor udang beku Indonesia oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menimbulkan keresahan luas di kalangan petambak. Kasus yang menyeret nama PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) ini dinilai bisa berdampak serius pada nasib ribuan pekerja dan petambak kecil di Lebak dan Pandeglang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




