ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ganjar Muncul di Tayangan Azan, Relawan: Bukan Politik Identitas, tetapi Ajakan Beribadah

Senin, 11 September 2023 | 15:21 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo. (Antara/Amrin Aming)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Sahabat Ganjar Gus Nahib Shodiq menyatakan kemunculan bakal capres Ganjar Pranowo dalam tayangan azan di TV bukanlah politik identitas. Gus Nahib menyatakan, tayangan azan tersebut merupakan tayangan edukatif karena berisikan ajakan beribadah dan bermuatan dakwah.

Kemunculan Ganjar di tayangan azan TV mendapat sorotan dari warganet. Dalam tayangan azan tersebut Ganjar Pranowo menggunakan baju koko putih panjang, sarung bermotif batik, wudu, dan salat berjemaah.

"Dalam tayangan azan magrib tersebut, Bapak Ganjar adalah sosok yang religius dan taat dalam menjalankan ibadah seperti yang dilakukan dalam kesehariannya. Tidak ada yang salah, Ini dakwah dalam bentuk visual, ajakan untuk beribadah, dan ini bukan politik identitas," ujar Gus Nahib dalam keterangannya, Senin (11/9/2023).

ADVERTISEMENT

Gus Nahib mengungkapkan Ganjar Pranowo dan keluarganya merupakan sosok yang religius, pribadi yang santun, merakyat dan sangat dekat dengan ulama dan santri. Hal ini terlihat dari fakta Ganjar dan istrinya berasal dari kalangan pesantren.

"Bapak Ganjar Pranowo dan istrinya Ibu Siti Atiqah sosok yang religius. Kita ketahui Ibu Siti Atiqah cucu dari tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU), KH Hisyam A Karim dan merupakan pendiri Pondok Pesantren Riyadus Sholikhin Kalijaran, Karanganyar, Purbalingga. Bapak Ganjar Pranowo sosok yang sangat dekat dengan ulama dan para kiai. Apalagi, saat bertemu dengan orang yang lebih tua, Bapak Ganjar membungkuk dan salim," jelas Gus Nahib.

Terpisah, tokoh agama dan aktivis pemuda Islam Jakarta Habib Syarif Razie menuturkan adegan berwudu tidak ditayangkan secara penuh dan hanya potongan saat membasuh wajah. Untuk itu, adegan tersebut tidak memperlihatkan Ganjar Pranowo melipat lengan baju kokonya untuk membasuh lengan.

"Masing-masing orang punya kenyamanan saat berwudu. Ada yang tidak menggulung lengan bajunya sebelum berwudu, tetapi setelah membasuh wajah baru menggulung lengan baju untuk membasuh tangan secara keseluruhan. Intinya, dalam tayangan tersebut tidak diperlihatkan secara utuh cara berwudu Bapak Ganjar Pranowo," kata Habib Syarif Razie.

Habib Syarif Razie juga menjelaskan bagian-bagian tubuh yang ikut serta dalam cara sujud dan Ganjar Pranowo sudah meletakkan bagian-bagian tubuh yang ikut serta dalam cara sujud.

"Harus dipahami bagian-bagian sujud dalam salat ada tujuh, yaitu kening, kedua telapak tangan, lutut kanan dan kiri, dan kedua ujung kaki. Disunahkan meletakkan dahi dan hidung berbarengan dan itu sudah dilakukan oleh Bapak Ganjar saat ada di tayangan azan tersebut," kata Habib Syarif Razie.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon