ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Galang Dukungan, Ganjar Sapa Masyarakat Ponorogo dengan Selawatan

Jumat, 10 November 2023 | 10:16 WIB
GW
NG
Penulis: Gayuh Satria Wicaksono | Editor: NBG
Ganjar menghadiri acara yang bertajuk “Mengetuk Pintu Langit Berteduh di Indahnya Sholawat”
Ganjar menghadiri acara yang bertajuk “Mengetuk Pintu Langit Berteduh di Indahnya Sholawat” (Beritasatu.com/Gayuh Satria Wicaksono)

Ponorogo, Beritasatu.com – Berbagai cara dilakukan bacapres Ganjar Pranowo untuk menggalang dukungan masyarakat, salah satunya adalah dengan cara selawatan yang dilaksanakan di Alun-alun Ponorogo, Kamis (09/11/2023) malam.

Acara yang bertajuk “Mengetuk Pintu Langit Berteduh di Indahnya Sholawat” juga bertepatan dengan ultah satu dekade mafia Sholawat. Tak pelak acara ini pun didatangi oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Ponorogo maupun luar Ponorogo.

Meski Ganjar Pranowo hanya bisa menyapa pendukungnya melalui virtual yakni dengan cara “Zoom” namun tidak menyurutkan semangat para pendukungnya untuk berselawat bersama Ganjar yang dipimpin oleh Gus Ali Gondrong. Sekitar 15 menit Ganjar menyampaikan beberapa pesan kepada pendukungnya.

“Ekonomi kita saat ini tidak begitu bagus, butuh dukungan butuh doa, butuh dekapan dari kita semua agar kita bisa bangkit,” kata Ganjar.

ADVERTISEMENT

“Suhu politik saat ini lagi hangat-hangat kuku, maka kemudian kita harus bisa membikin itu cukup hangat saja, jangan sampai panas, kalau terjadi panas. Dan betul kita boleh beda pilihan, tapi tetap dijaga semuanya, kita tetap bersaudara, silaturahmi tidak putus,” imbuh Ganjar.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Daerah Jatim, Budi Kanang, menuturkan ini adalah salah satu strategi tim di mana Ponorogo, Ngawi, dan Trenggalek memiliki satu kemiripan, di mana selain banyak pendukung “merah” juga banyak pendukung “hijau” yang cukup kental. 

“Maka musik kita adakan selawat juga. Alhamdulillah peminatnya luar biasa,” tutur Kanang. 

Dia menerangkan saat ini masyarakat sudah jauh lebih pintar dalam menentukan untuk memilih seorang pemimpin negeri. Maka cara-cara intimidasi dan pengarahan untuk harus memilih salah satu calon saat ini menurutnya sudah tidak perlu dilakukan lagi. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon