ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tekan Angka Stunting, Capres Tawarkan Program Susu Gratis hingga 1.000 HPK Anak

Selasa, 12 Desember 2023 | 18:31 WIB
AI
AP
Penulis: Ani Nur Iqrimah | Editor: ADP
Pemberian makanan tambahan untuk mencegah stunting bagi warga Depok, Jawa Barat.
Pemberian makanan tambahan untuk mencegah stunting bagi warga Depok, Jawa Barat. (Beritasatu.com/Achmad Fauzi)

Jakarta, Beritasatu.com - Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek dari standar usianya.

Stunting merupakan masalah kesehatan dan pembangunan yang serius di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) prevalensi angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 adalah 21,6%, yang berarti sekitar 3 dari 10 balita mengalami kondisi ini.

Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, mental, dan sosial anak. Penderita stunting berisiko mengalami keterlambatan belajar, penurunan produktivitas, dan peningkatan risiko penyakit kronis di masa depan.

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi masalah stunting, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Pemerintah juga telah mengeluarkan Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan lima pilar, yaitu;

  1. Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten kota, dan pemerintah desa.
  2. Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.
  3. Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.
  4. Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.
  5. Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

Salah satu indikator keberhasilan program penurunan kasus stunting adalah menurunnya angka stunting pada tahun 2023. Berdasarkan proyeksi pada 2023, angka stunting di Indonesia diperkirakan turun menjadi 17,8%, atau menurun sebesar 3,8% poin dari tahun 2022.

Masalah stunting juga menjadi perhatian pasangan capres dan cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 2024. Visi-misi Pasangan capres dan cawapres Prabowo-Gibran untuk menghadapi stunting yaitu dengan memberikan makan siang harian kepada siswa prasekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.

Bantuan peningkatan gizi juga diberikan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia. sasarannya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga.

Program ini menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029. Selain itu, untuk mendukung program ini pasangan calon nomor urut 2 juga memiliki Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu).

Tekad menekan stunting telah ditunjukkan Prabowo-Gibran, terbukti sejak kampanye perdananya pasangan ini telah memulai gerakan bagi-bagi susu gratis. 

“Dengan mengucapkan bismillah, untuk memulai masa kampanye yang riang gembira dan penuh gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hari ini, kita akan mulai Gerakan Sosialisasi Program Makan Siang Gratis untuk Anak Sekolah, dan Bantuan Gizi Serentak untuk Anak dan Ibu Hamil. Secara serentak di seluruh Indonesia, mulai dari nasional oleh TKN, dan di daerah di masing-masing TKD," ujar Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangannya, Selasa (28/11/2023).

Pasangan calon nomor urut 1, Anies-Cak Imin memiliki visi misi dalam menangani stunting dengan melakukan pendampingan ibu hamil hingga 1.000 HPK anak, kolaborasi lintas sektor, memenuhi gizi seimbang dan terjangkau, terutama bagi ibu hamil dan anak usia 0-8 tahun, serta bantuan untuk kelompok rentan.

Visi misi berbeda juga digaungkan Ganjar-Mahfud MD dalam menangani stunting. pasangan ini memberi dukungan gizi dan akses layanan kesehatan selama masa kehamilan dan menyusui. Program 1.000 HPK, serta pasokan gizi untuk anak hingga usia lima tahun. Dengan target prevalensi tengkes (stunting) di bawah 9% serta ibu dan ayah menjadi penjaga kesehatan keluarga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemprov NTB Belajar Strategi Tekan Stunting ke Kota Mojokerto

Pemprov NTB Belajar Strategi Tekan Stunting ke Kota Mojokerto

JAWA TIMUR
Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Resmikan Konsorsium 1.000 HPK

Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Resmikan Konsorsium 1.000 HPK

NASIONAL
Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

EKONOMI
Sukses Tekan Stunting, Mojokerto Kantongi Rp 6,3 Miliar

Sukses Tekan Stunting, Mojokerto Kantongi Rp 6,3 Miliar

JAWA TIMUR
Pemkab Lebak Verifikasi Data Stunting Seusai Kenaikan Signifikan

Pemkab Lebak Verifikasi Data Stunting Seusai Kenaikan Signifikan

BANTEN
Ini Perbedaan Anak Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu

Ini Perbedaan Anak Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon