ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ramai Guru Besar Khawatir Pemilu Tak Adil, SBY: Berlebihan

Kamis, 8 Februari 2024 | 04:43 WIB
DP
MF
Penulis: Dean Pahrevi | Editor: DIN
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politik di Avenzel Hotel & Convention Center, Kota Bekasi, Rabu, 7 Februari 2024.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politik di Avenzel Hotel & Convention Center, Kota Bekasi, Rabu, 7 Februari 2024. (Beritasatu.com/Dean Pahrevi)

Bekasi, Beritasatu.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menanggapi soal sejumlah civitas akademica dan guru besar dari berbagai universitas di Indonesia yang khawatir Pemilu 2024 tidak berlangsung damai dan adil.
SBY mengatakan, kekhawatiran sejumlah pihak bahwa Pemilu 2024 bakal berlangsung tidak adil dan curang itu berlebihan.

SBY juga mengomentari soal pernyataan politik bahwa apabila pilpres berlangsung satu putaran pasti curang.

"Pendapat saya, menuduh apalagi memastikan bahwa pilpres ini pasti curang dan karenanya hasilnya pasti akan ditolak, tentulah berlebihan. Namun, di sisi lain, mengabaikan suara-suara di luar yang khawatir pilpresnya bakal curang, tentu juga tidak bijak," kata SBY saat menyampaikan pidato politik di Avenzel Hotel & Convention Center, Kota Bekasi, Rabu (7/2/2024) malam.

ADVERTISEMENT

Presiden ke-6 itu menginginkan hasil Pilpres 2024 nanti sah dan diterima oleh rakyat. Dengan keabsahan tersebut, lanjut SBY, pemimpin baru terpilih nanti akan memiliki legitimasi yang kuat.  "Kita tahu politik itu sejatinya cerita tentang kekuasaan," ujar SBY.

Menurut SBY, seorang politisi akan diuji bagaimana cara kekuasaan itu diperoleh apakah sah dan halal atau tidak. Setelah memegang kekuasaan, dia juga akan diuji bagaimana kekuasaan
itu digunakan, apakah disalahgunakan atau tidak.

SBY pun mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga reputasi Indonesia sebagai negara demokrasi.

Menurut SBY, negara, terutama para penyelenggara pemilu, tentu bertanggung jawab penuh untuk memastikan berlangsungnya pemilu yang jujur dan adil.

"Negara beserta segala perangkat dan sumber daya yang dimilikinya mesti netral. Saya pikir ruang untuk itu tersedia," ujar SBY.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

UPH Kukuhkan 5 Guru Besar, Perkuat Peran Intelektual untuk Kemajuan Bangsa

UPH Kukuhkan 5 Guru Besar, Perkuat Peran Intelektual untuk Kemajuan Bangsa

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon