ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Suara Peluit Buat Debat Pamungkas Pilwalkot Kediri 2024 Diwarnai Aksi Protes

Kamis, 21 November 2024 | 06:30 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Suasana protes salah satu tim pasangan calon (paslon) debat pamungkas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Kediri 2024, Rabu 20 November 2024.
Suasana protes salah satu tim pasangan calon (paslon) debat pamungkas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Kediri 2024, Rabu 20 November 2024. (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Debat pamungkas Pemilihan Wali kota dan Wakil Wali kota (Pilwalkot) Kediri, Jawa Timur, yang berlangsung di Gedung Insumo Kediri Convention Center (IKCC), Kota Kediri, Rabu (20/11/2024), diwarnai aksi protes karena pendukung paslon lain diduga membawa peluit. 

Suara seperti peluit itu terdengar saat jeda adu yel-yel pada sesi keempat debat pamungkas Pilwalkot Kediri 2024. Tim paslon nomor urut 1 Vinanda-Gus Qowim menduga peluit itu bersumber dari pendukung paslon nomor urut 2 Fey-Regina. Sejumlah orang dari tim paslon nomor urut 1 mendatangi panitia melakukan protes. Kemudian, perwakilan tim paslon nomor urut 02 mendatangi panitia untuk melakukan klarifikasi hingga jeda waktu beberapa menit.

Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian mengatakan panitia debat langsung melakukan pengecekan setelah menerima protes. 

ADVERTISEMENT

"Namun, setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ditemukan peluit tersebut. Setelah beberapa menit sempat ada protes itu, debat dilanjutkan kembali dengan lancar," kata Reza, ditemui seusai menggelar acara debat pamungkas, Rabu (20/11/2024).

Reza menyampaikan, sesuai kesepakatan saat rapat koordinasi bersama masing-masing tim paslon tidak diperbolehkan membawa benda apa pun ke dalam arena debat. Debat Pilwalkot Kediri yang mengusung tema "Pembangunan Manusia Berbasis Kearifan Budaya Lokal, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintahan Daerah yang Bersih Menuju Indonesia Emas 2045" ini berlangsung seru. 

Ada empat subtema yang menjadi pedoman debat, yaitu ekonomi kreatif, kebudayaan, Indonesia emas, dan mewujudkan good governance.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon