Panglima Agus Kerahkan 169.369 Personel TNI untuk Pengamanan Pilkada 2024
Senin, 25 November 2024 | 13:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan pihaknya mengerahkan 169.369 personel TNI untuk pengamanan Pilkada 2024. Ratusan ribu personel TNI tersebut berasal dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Darat.
"Untuk mengamankan Pilkada Serentak TNI mengerahkan personel sebanyak 169.369 orang yang terdiri dari TNI Angkatan Darat 139.339 orang, TNI AL 19.793 orang dan TNI AU 10.237 orang," ujar Agus saat rapat bersama dengan Komisi I DPR di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2024).
Selain itu, kata Agus, TNI juga menyiapkan alutsista untuk pengamanan serta distribusi logistik pilkada di berbagai daerah. Termasuk, menyiagakan pesawat dan truk sebanyak 1.871 unit dari berbagai satuan yang dikerahkan di tiap-tiap wilayah.
"Kemudian TNI Angkatan Laut menyiapkan 4 KRI yaitu KRI Semarang di Koarmada 1, KRI Makassar Koarmada 2, KRI Teluk Wondana Koarmada 3, dan KRI Banda Aceh di Kolinlamil Jakarta," tandas Agus tentang pengamanan Pilkada 2024 yang dilakukan TNI.
Sementara TNI AU menyiapkan Boeing 737 C 130 Hercules, Heli Caracal, Super Puma dan Hercules 130 Casa 212. Agus juga mengungkapkan TNI AD akan menggelar apel 139.339 personel yang tersebar di 15 Kodam termasuk Kopasus dan Kostrad.
"TNI Al akan menyiapkan 19.793 personel. Berikut juga pasukan marinir TNI Al juga akan melaksanakan patroli wilayah bersama dengan satuan polri. Sedangkan TNI AU akan menyatakan 10.237 personel dari semua lanud baik tipe A, tipe B pun tipe C," beber Agus.
Lebih lanjut, Agus meminta semua pihak yang terlibat dalam Pilkada 2024 untuk melakukan mitigasi konflik demi memastikan kelancaran proses demokrasi menjaga stabilitas sosial dan mengurangi ancaman keamanan.
"Pertama, penguatan penegakan hukum, berupa penegakan hukum yang tegas terhadap berbagai penyimpangan dalam pilkada seperti praktek money politic, kampanye hitam dan manipulasi hasil suara," tutur Agus menegaskan soal pengamanan Pilkada 2024.
Kedua, penguatan program edukasi politik sebelum pelaksanaan pilkada untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proses demokrasi yang sehat dan pentingnya partisipasi yang bertanggung jawab.
Ketiga adalah monitoring dan pengawasan yang ketat, dengan pelibatan pihak-pihak independen seperti Bawaslu, KPU, dan lembaga masyarakat sipil. Keempat, dialog dan mediasi deskripsi melalui langkah proaktif melalui dialog dan mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat, partai politik, dan pihak yang berwenang.
"Kemudian juga peningkatan pengamanan di daerah rawan dengan mengerahkan aparat keamanan mengambil langkah preventif dengan meningkatkan pengamanan di daerah-daerah yang dianggap rawan konflik," papar Agus tentang upaya-upaya pengamanan Pilkada 2024 yang dilakukan TNI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




