ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat: Zulkieflimansyah Berpeluang Maju Pilpres 2024

Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:04 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah berpeluang maju dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024. Zulkieflimansyah kemungkinan besar bakal dilirik oleh partai politik (parpol). Demikian disampaikan pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (22/5/2021).

"Beliau ini sebenarnya sangat berpeluang besar (maju pilpres). Selain tokoh kepala daerah terpopuler dari Indonesia Timur, Zulkieflimansyah juga sudah hampir di kenal oleh masyarakat Banten. Pernah juga jadi anggota DPR," kata Pangi.

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting tersebut, Zulkieflimansyah bisa merepentasikan blok religus.

"Karena nasionalis-religius itu kombinasi yang sangat ideal. Tentu bukan tidak mungkin tokoh-tokoh nasionalis dari pusat mencari tokoh-tokoh punya basis yang jelas dan kepala daerah yang berprestasi." kata Pangi.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, Pangi menyatakan Zulkieflimansyah memang harus terus menerus membuat terobosan-terobosan baru agar semakin dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Memang jika dilihat dari inovasi dan gagasannya sekarang ini dengan program unggulan zero waste dan industrialisasi, sudah sangat bagus. Ditambah lagi dengan adanya MotoGP dan KEK, sehingga momen ini sebenarnya sangat mampu mendongkrak popularitasnya ke depan," imbuh Pangi.

Di sisi lain, Pangi mengatakan salah satu fenomena menarik dan ditunggu dalam suksesi kepemimpinan nasional adalah kemunculan calon presiden (capres) alternatif. Menurut Pangi, capres alternatif itu di luar nama-nama yang beredar di kalangan publik dan lembaga survei, seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, atau Sandiaga Uno.

"Capres alternatif sebenarnya bisa membuat kompetisi pilpres lebih menarik karena calon tidak didominasi oleh tokoh-tokoh dari Pulau Jawa dan para ketua umum partai," kata Pangi.

Pangi menyatakan semakin banyak bermunculan tokoh yang diusung sebagai capres, maka positif bagi demokrasi.

"Jangan sampai pilpres mendatang hanya dua pasangan calon supaya tidak lagi ada gesekan atau keterbelahan publik. Jika capres banyak pilihan, maka akan banyak varian pilihan," kata Pangi.

Pangi menambahkan kepala daerah berprestasi diharapkan dapat tampil pada Pilpres 2024. Namun, pemimpin daerah yang menonjol saat ini masih didominasi dari Pulau Jawa.

"Potensi ini jangan sampai terlewatkan oleh kepala-kepala daerah di luar Pulau jawa," demikian Pangi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon