Kenaikan Suku Bunga The Fed Kembali Tekan Imbal Hasil SUN
Minggu, 11 Desember 2022 | 22:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Imbal hasil surat utang negara (SUN) pekan ini diperkirakan bergerak pada level 7,10% hingga 7,15%. Meningkatnya imbal hasil dipengaruhi oleh kekhawatiran kenaikan tingkat suku bunga The Fed.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mengatakan, pasar pekan ini akan mencermati sentimen hasil rapat yang akan dilakukan oleh The Fed pekan ini.
"Kekhawatiran dan keyakinan dari para investor akan menjadi penentu permintaan imbal hasil akan naik atau sebaliknya. "Disisi lain, data inflasi dari Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi penentu," jelas Nico, di Jakarta, Minggu (11/12/2022).
Nico menambahkan, imbal hasil SUN pekan depan pada rentang 5 tahun akan bergerak pada rentang 6,20% hingga 6,30%, kemudian 15 tahun pada rentang 6,90%-7,00%, dan untuk 20 tahun akan bergerak pada rentang 7,10% hingga 7,15%.
Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana menambahkan, The Fed diperkirakan kembali meningkatkan suku bunga hingga 50 basis poin. Kebijakan tersebut, akan berdampak pada permintaan imbal hasil pada level 7% untuk yield bertenor 10 tahun.
"Soal sentimen sendiri, data trade balance dari dalam negeri akan menjadi data yang cukup diperhatikan pasar," kata Fikri.
Tahun depan, menurut Nico pemerintah akan mengurangi penerbitan SUN sejalan dengan surplus dari penjualan komoditas. Secara historis, selama dua tahun terakhir penerbitan surat utang sendiri mengalami penurunan.
Kondisi ini merupakan salah satu sentimen yang positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dan fiskal berjalan yang sehat.
"Tentu fokus utama penggunaan APBN akan bergantung terhadap rencana RAPBN 2023 mendatang. Apabila antara penerimaan dengan rencana pemerintah kurang, utang akan menjadi pilihan," kata dia.
Untuk diketahui, pekan ini pemerintah tidak menerbitkan SUN sejalan dengan penerimaan pajak tahun 2022 hingga Oktober 2022, yang jumlahnya sudah mencapai 97.5% atau Rp 1448.2 triliun.
"Hal ini yang kami perhatikan sudah lebih dari cukup untuk tidak lagi mengandalkan utang, setidaknya hingga akhir tahun ini," kata Nico.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




