ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2022 Tertekan, Penjualan Semen Diramal Pulih Tahun Depan

Selasa, 27 Desember 2022 | 11:02 WIB
PS
WP
Penulis: Parluhutan Situmorang | Editor: WBP
Ilustrasi semen.
Ilustrasi semen. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com- Penjualan semen nasional sepanjang 2022 diperkirakan turun dan berada di bawah target, seiring belum pulihnya permintaan semen. Namun memasuki tahun 2023 atau menjelang Pemilu tahun 2024, penjualan semen diprediksi bangkit.

Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan belum pulihnya industri ditunjukkan pelemahan penjualan semen nasional sebesar 6,6% menjadi 5,5 juta ton pada November 2022, dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, angka tersebut meningkat 1,2% dari volume penjualan Oktober 2022. Secara kumulatif penjualan semen dari awal tahun hingga November 2022 mencapai 57,4 juta atau turun 3,3%.

"Tekanan masih dirasakan produsen, khususnya pada semester II 2022 dipicu kenaikan harga batu bara serta biaya distribusi setelah pemerintah menaikkan BBM, sehingga tingkat konsumsi semen turun dan ditambah tingginya curah hujan," tulis analis Samuel Sekuritas Daniel A Widjaja dan Yosua Zisokhi dalam riset terbaru.

Kedua analis tersebut menyebutkan bahwa penurunan penjualan terbesar semen sepanjang bulan November terjadi di Jawa Tengah dengan penurunan -20,2% diikuti pulau Sumatera mencapai -16,3%. Sebaliknya, peningkatan terjadi di Pulau Kalimantan 3,5%, Nusa Tenggara 8,2%, dan bagian Indonesia timur 9,2%.

ADVERTISEMENT

Samuel Sekuritas mencatat bahwa segmen bagged cement membukukan penurunan terbesar pada November sebanyak -11,3 % menjadi 3,9 juta ton. Sebaliknya, penjualan bulk cement meningkat 6,9% menjadi 1,6 juta ton.

"Kami memproyeksikan pada Desember ini penjualan semen nasional masih tertekan, karena musim hujan dan musim liburan. Sementara itu untuk segmen bulk semen berpotensi lanjutkan kenaikan, seiring dengan pembangunan infrastruktur pra-pemilu," sebut Daniel dan Yosua.

Pulih Pemilu
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa penjualan semen diproyeksikan pulih pada tahun pemilu. Selama lima periode pemilu terakhir, mayoritas penjualan semen meningkat yang didukung kenaikan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan infrastruktur. Hal tersebut membuat ada dampak positif terhadap anggaran infrastruktur pemerintah, terutama dalam industri semen nasional.

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas memproyeksikan penjualan semen dapat bertumbuh 1%-2% pada 2023, seiring persiapan pemilu pada awal 2024 dan Pilkada serentak pada akhir tahun 2024, serta kenaikan anggaran infrastuktur pemerintah pada 2023 sebesar 7,75% menjadi Rp 392 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untum mempertahankan rekomendasi netral saham semen. Sedangkan saham pilihan teratas adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.200. Sedangkan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) direkomendasikan jual dengan target harga Rp 9.380.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon