Harga Emas Terkoreksi karena Data Pasar Tenaga Kerja AS
Jumat, 6 Januari 2023 | 06:33 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas terkoreksi lebih 1% pada perdagangan Kamis (5/1/2022) dari posisi puncak hampir 7 bulan karena laporan pasar tenaga kerja AS lebih ketat dari perkiraan sehingga menimbulkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi US$1.827,14 per ons dan harga emas berjangka AS ambles 1,4% menjadi US$ 1.833,40.
"Penguatan indeks dolar dan kenaikan imbal hasil membebani harga emas," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible, di Chicago, menyoroti bahwa the Fed akan terus bersikap hawkish karena pasar tenaga kerja kuat.
Dolar naik 0,9%, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mendekati level tertinggi pada perdagangan kemarin.
Suku bunga tinggi cenderung membebani emas yang tidak menghasilkan karena tidak memberikan bunga.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah 3 bulan minggu lalu. Sementara PHK turun 43% pada Desember, menunjukkan pasar tenaga kerja ketat.
Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic pada Kamis mengatakan pejabat bank sentral AS "tetap bertekad" untuk menurunkan inflasi ke target 2%. Sementara pemimpin Fed Kansas City Esther George mengatakan bank sentral perlu terus menaikkan suku bunga.
Investor kini menunggu data nonfarm payrolls (NFP) Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat (5/1/2022).
Sementara harga perak di pasar spot merosot 2,4% menjadi US$ 23,17 per ons, platinum turun 1,7% menjadi US$ 1.060,75 per ons dan paladium ambles 2,4% menjadi US$ 1.745,25.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




