ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PPRE Raih Kontrak Baru Rp 5,245 T, Mayoritas Pertambangan

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:07 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil menyelesaikan pengaspalan ulang atau resurface area sirkuit utama Mandalika.
PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil menyelesaikan pengaspalan ulang atau resurface area sirkuit utama Mandalika. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – PT PP Presisi Tbk (PPRE) beserta entitas anak perusahaannya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) meraih sejumlah kontrak baru sepanjang tahun 2022 dengan nilai total Rp 5,245 triliun. Jasa pertambangan mendominasi perolehan kontrak baru dengan komposisi 55%.

"Perolehan kontrak senilai Rp 5,245 trililun selama 1 tahun sudah mendekati target kami yang dituangkan pada RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) 2022," ujar Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Dari total nilai kontrak baru ini, PPRE berkontribusi menyumbangkan nilai pemasaran Rp 3,660 triliun (70%) dan sisanya dari anak perusahaannya PT LMA.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan dari lima lini bisnis PT PP Presisi Tbk, sektor jasa pertambangan menyumbang lebih 55% dari total nilai kontrak baru, atau senilai Rp 2,901 triliun seperti addendum pekerjaan hauling PT Weda Bay Nickel hingga pembangunan infrastruktur salah satu area pertambangan PT Hengjaya Mineralindo.

Selanjutnya, lini bisnis civil work menyumbang kontrak Rp 2,138 triliun atau sebesar 40,7% atas total perolehan kontrak. Penambahan pekerjaan baru ini melingkupi pekerjaan aspal Sirkuit Mandalika, pekerjaan peningkatan jalan Empu Nala Mojokerto, pembangunan struktur Kereta Api jalur Sumatera Utara-Binjai hingga pembangunan beberapa fasilitas publik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Selanjutnya, lini bisnis pekerjaan struktur (bekisting dan bangunan gedung lainnya) menyumbang 2,5% dari total kontrak baru seperti pembangunan gedung baru BCA Data Center, AEON Deltamas, Warehouse Depok serta fasilitas kamp sementara di area pertambangan PT Weda Bay Nickel. "Sisa kontrak baru 2022 disumbang bisnis persewaan alat berat serta produksi beton jadi (readymix)," kata Rully.

Total penambahan kontrak baru 2022 mayoritas berasal dari pemberi kerja eksternal atau di luar PP Group, dengan nilai total
pemasaran sebesar Rp 4,485 triliun atau 92,5% dari total kontrak. Sementara sisanya dari internal PP Group.
"PP Presisi beserta entitas anak perusahannya yaitu PT LMA berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat Indonesia," kata dia.

Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk (PPRE) Darwis Hamzah mengatakan 2022 merupakan tahun pembuktian bahwa PPRE konsisten melayani berbagai bisnis infrastruktur baik dari pekerjaan feeding (internal PP Group) maupun nonfeeding (eksternal PP Group). Dengan membesarnya porsi perolehan kontrak baru di luar group, membuat kami yaki bahwa PP Presisi semakin berkembang di market konstruksi maupun jasa pertambangan," kata dia.

Rulli mengatakan pada tahun 2023 ini, PT PP Presisi Tbk optimistis dapat menggaet lebih banyak lagi proyek-proyek mining maupun sipil untuk mewujudkan mimpi Indonesia dengan infrastruktur lengkap.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon