ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Akuisisi Lahan Baru, Jababeka Siapkan Capex Rp 400 Miliar

Senin, 20 Februari 2023 | 21:09 WIB
ZS
FH
Penulis: Zsazya Senorita | Editor: FER
Corporate Secretary PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Muljadi Suganda.
Corporate Secretary PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Muljadi Suganda. (B Universe Photo/Zsazya Senorita)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) optimistis kinerja keuangan perseroan melanjutkan perbaikan tahun ini. Meski tidak secara eksplisit menyebutkan dapat membalikkan keadaan dari rugi menjadi untung, manajemen berharap laporan keuangan 2023 bisa membaik seiring target marketing sales yang naik dibanding 2022.

"Kami optimistis dengan marketing sales naik karena bicara collecting sales ada pengaruh dari marketing sales sebelumnya. Pada 2022 kami sudah mencapai rekor tertinggi Rp 1,7 triliun, sebelumnya 2021 juga Rp 1,4 triliun. Ini mestinya sebagai bahan untuk mencatat accounting sales tahun ini. Mudah-mudahan kami bisa ada peningkatan," papar Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/2/2023).

Tahun ini, Jababeka menargetkan marketing sales Rp 2 triliun atau 16% lebih tinggi dari capaian tahun lalu di level Rp 1,71 triliun. Sedangkan hingga September 2022, rugi bersih KIJA menunjukkan angka Rp 137,48 miliar, turun 23,29% (yoy) dari Rp 179,23 miliar.

ADVERTISEMENT

Muljadi mengungkapkan, rugi pada kuartal III-2023 tersebut, terutama disebabkan adanya selisih kurs sebesar Rp 274,4 miliar akibat global bond. Sehingga jika foreign exchange (forex) loss ini dihilangkan maka sebenarnya perseroan membukukan laba bersih Rp 172 miliar.

Manajemen percaya, peningkatan marketing sales pada 2022 akan memberi efek domino yang baik pada accounting sales tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Sehingga perolehan laba berpotensi menjadi lebih baik.

Namun, karena ada volatilitas pergerakan selisih kurs, maka hal ini dapat berdampak positif atau negatif atas perolehan laba bersih perseroan. Jika rupiah menguat, Jababeka bisa membukukan keuntungan selisih kurs, begitu pula sebaliknya.

"Laba atau rugi itu tergantung dari forex, sesuatu yang di luar kontrol kami. Tetapi balik lagi, sebenarnya itu hanya di accounting-nya," jelas Muljadi.

Tahun ini, kata Mulyadi, perseroan memiliki pedoman arus kas keluar sebesar total Rp 2,67 triliun. Rinciannya, Rp 300 miliar untuk konstruksi dan pengembangan lahan di Cikarang, serta Rp 600 miliar untuk infrastruktur dan pengembangan lahan di Kendal.

Dari pedoman arus kas keluar tersebut, Jababeka menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 400 miliar. Terbagi atas capex perawatan (maintenance) Rp 150 miliar dan akuisisi lahan senilai total Rp 250 miliar. Biaya akuisisi rencananya dipakai 70% untuk lahan di Cikarang dan 30% di Kendal.

Sisanya, Rp 375 miliar untuk membayar utang; Rp 200 miliar membayar pajak; Rp 450 miliar untuk beban administrasi, umum, dan penjualan tidak termasuk infrastruktur; serta beban bunga Rp 350 miliar.

Sedangkan dari sisi arus kas masuk, KIJA membuat pedoman cash inflow Rp 2,3 triliun dengan rincian Rp 1,85 triliun berasal dari backlog di Cikarang dan Kendal masing-masing 50%, sisanya dari new sales di dua lokasi tersebut. Kemudian Rp 450 miliar dari Ebitda berulang sebagai penghasilan dari listrik, air, pelabuhan, dan pemasukan bisnis lainnya.

"Target kami pada 2023 tentu maunya positif, tetapi itu tadi ada suatu hal (forex) yang merupakan sesuatu di luar kendali perseroan," tandas Muljadi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Truk Wingbox Terbalik di Jababeka Bekasi, Arus Lalin Macet Parah

Truk Wingbox Terbalik di Jababeka Bekasi, Arus Lalin Macet Parah

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon